AMBON,MRNews.Id.- Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk membangun Maluku mulai dari laut.
Menurut Watubun, hal tersebut sejalan dengan visi Presiden RI Soekarno yang menjadikan Maluku sebagai pusat penelitian kelautan dan kemaritiman nasional yang sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, ibu Megawati Soekarno Putri.
” Sebagai daerah kemaritiman yang mempunyai luas laut lebih dari darat maka langkah yang dilakukan adalah menggerakan kader-kader partai di legislatif untuk menjabarkan dalam program pemerintah,” ujar Watubun saat melakukan konferensi pers di Kantor DPD PDI Perjuangan Maluku, Senin (3/11/2025).
Ditambahkan lebih jauh, sebagai daerah yang kaya dengan hasil laut maka PDIP
Ingin menjadikan Maluku sebagai satu laboratorium besar, pusat penelitian geografi yang menghidupkan masyarakat Maluku.
Sebagai lumbung ikan, maka seluruh proses penelitian ada di Maluku. Mengingat sumber laut yang melimpah . Karena itu, PDIP menempatkan laut sebagai beranda terdepan daerah.
” PDI Perjuangan telah menempatkan laut sebagai beranda terdepan. Karena itu kalau orang menganggap laut sebagai bagian belakang sebagai tempat sampah maka itu keliru. Sebab laut adalah lingkungan dimana menjadi fokus kita untuk menjadikannya bahagian terdepan yang mesti dirawat, dijaga dan dipelihara ,” jelas Watubun.
Konsep yang dilakukan PDIP sebagai langkah strategis mengintegrasikan perjuangan partai supaya diperjuangkan menjadi kepentingan publik .
” Tujuan PDI Perjuangan menjadikan laut sebagai basis untuk menghidupi seluruh masyarakat maritim. Sehingga dalam kebijakan apa saja misalkan dokter yang bertugas di pulau-pulau harus belajar tentang bagaimana dia bisa menjadi jurumudi speedboat, sebab dari laut semua masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tegasnya.
Tema besar PDI Perjuangan yakni kedaulatan maritim. Sehingga laut akan menjadi sumber kehidupan orang Maluku.
” Langkah PDI Perjuangan sebagai komitmen menggerakan kekayaan alam yang bersumber pada laut untuk kepentingan bersama,” tutup Watubun. (MR-01)










Comment