AMBON,MRNews.com,- Pengurus Daerah (PD) kota Ambon menitipkan lima (5) hal utama untuk menjadi perhatian penting civitas AMGPM cabang Syaloom dalam pembukaan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XX, Minggu (04/02).
Hal pertama menurut Ketua II PD kota Ambon, Niko Timisella dalam pidatonya menegaskan, forum MPPC bukan untuk saling menghakimi tapi wadah mengembangkan pelayanan dan pengkaderan organisasi pemuda gereja melalui evaluasi pelayanan secara baik. Kedua, sinergitas dan koordinatif dengan gereja penting terus dilakukan guna menumbuhkembangkan pelayanan dan kemajuan organisasi dalam kesadaran AMGPM sebagai anak kandung gereja.
“Hal ketiga, pengembangan spiritualitas kader gereja penting terus digalakkan. Ini harus menjadi perhatian serius AMGPM, tidak meniadakan spiritualitas sebagai kekuatan iman pemuda,” tandas Timisella di gedung gereja Syaloom.
Dalam menjawab masalah kemiskinan dan pengangguran di kalangan pemuda, maka hal keempat kata Timisella AMGPM perlu mendorong lahirnya wirausaha baru dari kader AMGPM serta membangun networking untuk implementasinya. Selanjutnya, kesadaran politik dan demokrasi yang baik harus ditumbuhkan terus di warga gereja khususnya pemuda
dalam bentuk politik etis dan pola berdemokrasi seperti Kristus.
“Terakhir, AMGPM harus menjadi sosial control bagi pemerintah agar senantiasa berada pada jalur tepat dalam menjawab kebutuhan dan kepentingan masyarakat. MPPC sebagai forum strategis organisasi bisa menjadi solutif bagi pokok pikiran tersebut dan masalah kepemudaan lainnya semacam dekadensi moral, miras, judi narkoba, sex bebas dan sebagainya. Semua itu juga butuh sinergitas bersama dari berbagai stake holder secara kontinu agar setidaknya dapat meminimalisir,” terang mantan ketua AMGPM Cabang Syaloom itu.
Sementara PHMJ Syaloom, Pendeta Dicky Picauly dalam sambutan mengatakan, MPPC juga proses regenerasi dan kaderisasi. Dimana ada proses kematangan diri setiap kader sehingga harus kuat karena akan kehilangan banyak hal jika tidak dilakukan dengan baik.
Apalagi, civitas AMGPM cabang Syaloom disadari Picauly lebih banyak responsif dan partisipatif pada kegiatan sifatnya demonstratif ketimbang spiritualitas. Padahal ketika spiritualitas tumbuh baik dengan sendirinya demonstratif terbentuk. Demikian pula pembentukan skill dan pemberdayaan diri pemuda tidak kalah penting untuk digalakkan dalam menjawab tuntutan kekinian.
“Tanggungjawab pergumulan dan kesaksian harus jadi tugas bersama. AMGPM bagian dari implementasi visi misi gereja dengan membangun iman pro hidup. Yakni menghadirkan Syaloom Allah bagi kota dan gereja. Penting juga, AMGPM pada posisi netral di Pilkada serta kritis sehingga dalam pengambilan keputusan dapat tertanggungjawab agar yang dipilih dapat menjawab problematika kemasyarakatan. Serta tanggungjawab menciptakan demokrasi yang baik, aman dan damai, maupun memastikan semua orang punya hak berpolitik dan demokrasi terjamin,” papar Picauly.
Sebelumnya, Ketua AMGPM Cabang Syaloom, Bobby Diaz mengungkapkan, MPPC adalah forum bergumul bagi pemuda di jemaat Syaloom dalam mengasah ide, gagasan membangun AMGPM kedepan melalui peningkatan pelayanan dan pengembangan organisasi. Karena sejatinya, MPPC hanya untuk mengevaluasi realisasi anggaran dan program tahun sebelumnya, menetapkan anggaran dan program kedepan serta menetapkan keputusan strategis lainnya.
Untuk diketahui, peserta MPPC Syaloom XX terdiri dari pengurus cabang, pengurus ranting, PHMJ, pembina, PD kota Ambon dan unsur undangan lain dari PC, senior maupun lainnya. (MR-05)









Comment