AMBON,MRNews.com,- Menjelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX tingkat provinsi Maluku di Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), digelar pawai Ta’aruf oleh para Kafilah atau kontingen, Kamis (17/3).
11 Kafilah atau kontingen masing-masing menampilkan ciri khasnya, termasuk Kafilah MTQ Kota Ambon, mengelilingi pusat kota Saumlaki.
Pantauan media ini, dipimpin Ustad Husein Sahiri dari pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Kafilah Kota Ambon menggunakan pakaian serba hijau abu-abu untuk peserta dan official berpawai.
Dengan sepasang laki-laki dan perempuan berbaju baniang Ambon di mobil hias utama. Satu mobil pendukung diisi kolaborasi musik Hadrat dan Totobuang bersama para penabuh.
Kafilah Kota Ambon mengusung tiga ciri khasnya, yaitu Ambon City of Music, City of Peace dan City of Fish saat pawai Ta’aruf.
Mobil utama dihias sesuai ketiga ciri khas itu, berbentuk ikan, ada miniatur gong perdamaian dunia serta gambar kunci-kunci nada, beberapa alat musik seperti tifa, gitar dan terompet.

Diatasnya, wajib ada miniatur Al-Qur’an. Tampilan Kota Ambon itu pun menarik perhatian warga Kota Saumlaki, ibukota Kepulauan Tanimbar yang memadati jalur pawai Ta’aruf.
Ketua Kafilah MTQ Kota Ambon Agus Ririmasse yang dihubungi via seluler akui, apa yang disajikan Kafilah asal Ibukota Provinsi Maluku itu semata-mata hanya ingin menunjukkan bahwa Ambon tampil di MTQ tingkat provinsi dengan mengusung semangat harmonisasi dan solidaritas.
“Sebab itu, saat pawai Ta’aruf jelang MTQ ke-XXIX ini kita tampilkan kekhasan Ambon yakni sebagai kota musik dunia, kota damai atau toleransi dan kota ikan. Pesannya sesederhana itu saja. Bahwa yang kita cari selain juara, tetapi paling utama adalah membangun silaturahmi antar orang basudara,” ungkap Sekretaris Kota Ambon. (MR-02)








Comment