AMBON,MRNews.com,- Menyambut perayaan Natal 2023 dan tahun baru (Nataru) 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah di dua kecamatan mulai Selasa (12/12/2023).
Pertama, terpusat di Ruang Terbuka Publik (RTP) Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe dan kedua, di Kelurahan Waihoka Kecamatan Sirimau.
“Ada dua titik yang kita gelar pasar murah menjelang Nataru yaitu di Kecamatan Nusaniwe dan di Kecamatan Sirimau. Nusaniwe di RTP Wainitu sedangkan Sirimau berlangsung di Waihoka, “sebut Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena saat membuka kegiatan di RTP Wainitu.
Menurut Wattimena, pasar murah ini tiap tahun dilakukan pihaknya menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun Natal.
Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga lebih terjangkau dari harga pasar.
Adapun barang-barang yang dijual di pasar murah dalam bentuk paketan berisi telur 1 rak, terigu 1 kg, gula pasir 1kg, susu 1 kaleng, minyak goreng 1 liter dan Blueband 1 sachet. Harga satu paket dibandrol Rp 50.000.
“Kita beli paket dari distributor itu Rp 127.500, kita jual dengan harga Rp 50.000 sehingga pemerintah kota subsidi kurang lebih Rp 77.000,” tuturnya.
Ia berharap, dengan adanya pasar murah dapat membantu masyarakat yang beragama Kristen khususnya untuk memperoleh kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 25 Desember mendatang.
“Saya kira ini bagian dari pemerintah berpihak kepada masyarakat. Jangan dilihat dari banyak atau sedikit, tapi kiranya pasar murah ini dapat membantu masyarakat,” jelasnya.
Selain pasar murah, Pemkot juga tambahnya, bekerjasama dengan Bulog untuk menjual beras dan gula bagi masyarakat. Beras yang disediakan/dijual sebanyak 2 ton, sedangkan gula 100 kilo.
“Semua ini dilakukan seiring meningkatnya harga komoditi di pasar yang merupakan efek dari resesi ekonomi dunia. Hal ini juga berdampak dan dirasakan masyarakat kota Ambon,” urainya.
Terkait hal itu, lanjut Wattimena, pemerintah kota (Pemkot) selalu melakukan upaya untuk menekan kenaikan inflasi akibat dari kenaikan harga cabe dan beberapa barang lainnya yang terus melambung.
“Hampir semua harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan harga. Ini bukan saja terjadi di kota Ambon dapat terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Selain harga sembako, transportasi udara yaitu harga tiket juga mengalami kenaikan,” pungkasnya. (MR-02)












Comment