AMBON,MRNews.com,- Dominggus Otlief Falauf (45), warga RT 001/RW 002 Negeri Hative Kecil Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu harus mengambil jalan pintas untuk akhiri hidupnya.
Pria yang berprofesi sebagai nelayan itu nekat gantung diri dengan seutas tali Nilon biru bekas ayunan bayi di salah satu kamar di rumah iparnya, Marthen Luther Tatuhey (51), Minggu (16/7).
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Jane Luhukay menyebut, sesuai penuturan kakak kandung korban, Syane Falauf (49), awalnya selesai masak, dia kemudian memanggil suaminya yang sedang cuci motor di samping rumah untuk makan siang.
Tak mau sendiri, suaminya mengajak saksi agar juga bangunkan korban yang sementara tidur di kamar untuk makan siang bersama.
“Tapi saat pintu diketuk, korban tidak buka. Lalu diambilah kursi dan taruh di depan pintu kamar untuk melihat korban dari fentilasi. Bukannya masih tidur, ternyata korban sudah gantung diri,” jelas Luhukay, Minggu.
Usai ditemukan gantung diri kata Luhukay, ipar korban langsung mendobrak pintu kamar. Dibantu keluarganya untuk memotong tali, kemudian saksi menggendong turun korban yang saat itu gunakan kaos putih dan celana jeans pendek untuk diletakkan di tempat tidur.
“Pasca kejadian, piket PRC Polda Maluku dan personil piket Sirimau dibawah pimpinan Kapolsek tiba dan amankan TKP. Menyusul kemudian petugas Rumah Sakit Bhayangkara bersama mobil Ambulance membawa korban usai tim identifikasi Polresta Ambon lakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban,” urainya.
Berdasarkan visum luar korban oleh dr. Joe GO dan dr. Sabaria lanjut Luhukay, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, artinya murni korban meninggal akibat gantung diri.
“Apalagi korban tidak miliki riwayat sakit atau masalah dengan keluarga/orang lain. Karena jelas motifnya gantung diri, keluarga korban menolak dilakukan autopsi,” imbuhnya.
Namun kegelisahan dari korban memang kata Luhukay, sesuai penuturan kakak korban sudah terlihat dua hari sebelum korban akhiri hidup.
“2 hari lalu sebelum gantung diri korban memang sudah tidak nyaman berada dalam rumah dan sering mondar mandir sembari mencari seutas tali,” pungkas Luhukay. (MR-02)











Comment