by

NTT dan Jakarta, Berebut Tuan Rumah PESPARANI II

-Agama-1,371 views

AMBON,MRNews.com,- Berdasarkan hasil sidang paripurna musyawarah nasional (Munas) I yang merupakan rangkaian dari pesta paduan suara gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional I di Kota Ambon, Provinsi Maluku yang berlangsung di Islamic Center, Waihaong, Rabu (31/10) malam, menghasilkan salah satu kesepakatan yakni memutuskan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta untuk menjadi calon tuan rumah PESPARANI Katolik Nasional II.

Pasalnya, kedua provinsi ini dianggap oleh peserta Munas telah memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah karena telah membawa surat rekomendasi dukungan dari Gubernur masing-masing. Namun, untuk memutuskan salah satunya, Lembaga Pembinaan, Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) bakal berkonsultasi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan keuskupan terkait, baru nantinya ditetapkan oleh Menteri Agama.

“Untuk penentuan rumah PESPARANI selanjutnya, LP3KN akan mengadakan konsultasi dengan otoritas Gereja Katolik (KWI dan keuskupan terkait) untuk nantinya ditetapkan oleh Menteri Agama, salah satu dari kedua provinsi itu yang akan ditunjuk sebagai tuan rumah PESPARANI II tahun 2020,” tutur Ketua LP3KN, Adrianus Meliala dalam rilisnya yang diterima media ini, Kamis (1/11/18).

Sedangkan keputusan kedua hasil sidang Munas, kata Meliala, PESPARANI Katolik Nasional berikutnya dipastikan bakal terlaksana tiga tahun sekali. Dimana memang sesuai statuta, PESPARANI diadakan tiga tahun sekali. Namun, untuk PESPARANI II akan diadakan pada tahun 2020. Hal ini diputuskan mengingat di tahun 2021 akan diadakan MTQ Nasional dan PESPARAWI Nasional.

“Munas kali ini secara khusus membahas tentang penyelenggaraan PESPARANI Katolik Nasional kedua dan keputusannya PESPARANI terlaksana tiap tiga tahun sekali. Hanya untuk PESPARANI II, dilakukan nanti pada tahun 2020, mengingat ada MTQ dan PESPARAWI nasional. Dengan diadakannya PESPARANI di dua tahun mendatang, akan mempermudah pemerintah daerah (Pemda) dalam memberangkatkan kontingen untuk mengikuti PESPARANI Katolik Nasional II,” beber komisioner Ombudsman RI itu.

Untuk diketahui, sebelum Munas, terlebih dahulu dilakukan seminar di tempat yang sama. Munas diikuti oleh 33 provinsi, minus Jawa Timur, dipimpin Ketua Umum LP3KN Adrianus Meliala. Turut mendampingi Toni Pardorsi (Sekretaris Umum), Pastor PC Siswantoko Pr. (Ketua I), Pastor John Rose Pr. (Ketua II), Pastor Agus Ulahayanan Pr. (Ketua III), Susetyo Edi Prabowo (Ketua Bidang Penyelenggara), dan Leornadus J. Renyut (Ketua Bidang Dana).

Sebelum Munas dibuka, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi turut hadir memberi pengarahan. Dirinya menegaskan, Munas adalah wadah pengambilan keputusan terkait hal substansial organisasi LP3KN, salah satunya tentang tuan rumah Pesparani Nasional mendatang. “Munas LP3KN mesti terlaksana dalam semangat persaudaraan dalam semangat kekatolikan,” harapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed