AMBON,MRNews.com,- Mengusung tema “Kristus Hikmat Allah Bagi Kita” dan sub tema “Melalui perayaan Natal kementerian agama kota (Kemenag) Kota Ambon kita memuliakan Allah dan menempatkan manusia pada martabatnya”, maka seiring tema dan sub tema itu memiliki makna mendalam akan Natal terkait perenungan semua umat terhadap realitas penegakan hak asasi manusia (HAM) yang masih terus diperjuangkan, serta pemaknaan atas tugas dan tanggungjawab yang diemban. 
“Dalam kehidupan kini, masih dijumpai orang tidak peduli pada suara hati, tidak mengindahkan hati nurani serta tidak malu akan sesamanya dan tidak takut kepada Allah hingga berbuat sesuatu yang melanggar HAM. Tak ada lagi sukacita ketika manusia diperlakukan tidak adil oleh sesama. Padahal perwujudan HAM secara baik dan benar membuat manusia hidup secara manusiawi,” ungkap Walikota Ambon, Richard Louhenapessy lewat asisten I bidang pemerintahan, Mien Tupamahu saat Natal Kemenag Kota Ambon di Katolik Center, Kelurahan Benteng, Sabtu (29/12/18).
Natal kata Tupamahu, mengingatkan kita akan hikmat Allah yang terwujudkan dalam diri Yesus.Karena Natal bukan semata mengenang kelahiran Yesus sebagai bayi diatas palungan, tetapi juga kehidupan Yesus yang penuh hikmat dan dicurahi roh kudus. Nasihatnya tidak meninabobokan tetapi menegur dan memberi jalan, tegurannya bukan penghujatan tetapi jalan keselamatan dan ajarannya bukan asal menyenangkan tetapi mengembalikan martabat manusia.
“Terkait hal itu, maka tidak berlebihan pada momen ini, pemerintah kota (Pemkot) mengajak keluarga besar Kemenag Kota Ambon untuk turut mendukung semua program pemerintah sebagai refleksi diri memaknai kelahiran Yesus Kristus. Tahun 2019, Ambon akan ditetapkan sebagai kota musik dunia. Seiring dengan itu kita akan jadi tuan rumah pelaksanaan konferensi musik pasific. Maka mari kita dukung semua program dan event ini, dengan terus menjaga kota Ambon tetap bersih indah, aman dan nyaman bagi semua orang. Atas nama Pemkot Ambon, saya memberikan apresiasi tinggi pada keluarga besar Kemenag kota Ambon, yang turut berpartisipasi dan sukseskan semua program Pemkot Ambon dalam mewujudkan Ambon harmonis, sejahtera dan religius,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ambon, Remons Untarolla, STh mewakili Kepala Kemenag Kota Ambon dalam sambutan Natal mengungkapkan, dewasa ini banyak orang yang mengatasnamakan agama dan Tuhan lalu menyingkirkan sesama dari kehidupannya. Bahkan, di media sosial, banyak informasi, berita yang bersileweran yang penuh dengan ujaran kebencian. Masyarakat digiring dengan pelbagai berita hoax yang menjadi benih perpecahan diantara anak bangsa. Sikap melebih-lebihkan agama lain adalah sikap yang perlu dijauhi.
“Dimana-mana terjadi pelbagai bentuk eksploitasi terhadap agama, budaya, kebersamaan, anak, wanita, alam dan seterusnya untuk kepentingan segelintir orang. Selain itu terjadi pelbagai penyakit sosial bermunculan yaitu tawuran, judi, seks dan peredaran berbagai jenis obat terlarang, HIV/AIDS. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi dalam kebersamaan kita dan peran agama sangat diharapkan untuk menjadi garam dan terang. Pakailah agama untuk memuliakan Allah dan meluhurkan manusia lewat kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara. Ringankanlah tugas dan tanggungjawab Pemkot Ambon dengan menjaga dan jadikan Ambon sebagai tempat yang damai untuk dihuni walaupun dari latar belakang berbeda-beda,” beber Untarolla.
Sedangkan Pendeta Henri Hetharia dalam refleksinya mengungkapkan, Natal bukan sekedar perayaan seremonial tetapi paling penting adalah bagaimana memaknai kelahiran Yesus. Pasalnya, kita seringkali terjebak dengan perayaaan dimaksud dan lupa pentingnya Natal ini, bahwa kelahiran Yesus benar-benar terjadi di dunia dan itulah hakekat Natal. Sebagaimana ayat alkitab berbunyi karena begitu kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
“Yesus hadir karena Allah mengasihinya. Pelayanan kepada Allah bukan saja pada saat Natal tapi harus dilakakukan setiap hari. Pelayanan bukan kepada negara saja tetapi kepada Tuhan juga. Penting bagi seluruh aparatur lingkup Kemenag kota Ambon dalam memaknai Natal yaitu lakukanlah tugas dan tanggungjawab masing-masing denga takut akan Tuhan. Karena sebagai orang Kristen kita terpanggil sebagai warga negara dan aparatur pemerintah. Sehingga kita tidak hanya patuh kepada hukum Allah tetapi juga pada hukum di negara ini dan bekerja sesuai aturan dan penuh rasa tanggungjawab serta hikmat dari Allah,” ajak Hetharia. (MR-02)










Comment