by

Naker Muda Ambon Dibekali Ketrampilan Informatika & Uji Kompetensi

AMBON,MRNews.com,- Puluhan tenaga kerja (Naker) muda asal kota Ambon dibekali pengetahuan dan ketrampilan bidang informatika. Mereka bakal dilatih selama lima hari dengan berbagai muatan diantaranya tentang programming, operator, desain grafis, networking, multimedia, technical support, dalam bentuk bimbingan teknis (Bimtek) dan sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), di Santika Premier Hotel, Selasa (23/4/19).

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Komunikasi dan Informatika Kota Makasar, Ruslan mengaku tujuan Bimtek dan sertifikasi SKKNI ini adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang informatika dan komunikasi, terutama bagi angkatan kerja muda lulusan kejuruan dan politeknik atau teknik sipil. Selain itu, guna mendapatkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang informatika dan komunikasi.

“Bimtek dan sertifikasi ini menghadirkan pembicara handal dua diantaranya staf ahli Menkominfo Prof Henry Subiakto dan GM PT Telkom Witel Maluku-Maluku Utara. Juga kepala BBPSDMP komunikasi dan informatika kota Makasar, kepala dinas komunikasi, informatika dan persandian kota Ambon. Pada akhirnya dengan 60 orang peserta yang terlibat, kita harapkan nantinya selama lima hari pelaksanaan dan peserta tersertifikasi, maka harapannya lulusan SKKNI harus diberdayakan di Satker Pemda terutama yang masuk 10 besar karena mereka sudah teruji,” harapnya.

Staf Ahli Menkominfo, Henry Subiakto menambahkan, program uji kompetensi dan sertifikasi ini sangat penting. Sebab ketika lulus dan tersertifikasi secara nasional, berarti angkatan kerja muda ini berkompeten di bidang IT dan bisa meningkatkan kualitas serta standar kompetensi mereka. Bahwa disadari kebutuhan untuk dapat sertifikasi ribuan, tapi pemerintah pusat hanya bisa memfasilitasi puluhan saja termasuk di kota Ambon. Standar sertifikasi ini diberlakukan untuk semua, baik pekerja dari dalam maupun luar negeri.

Sementara, Walikota Ambon lewat Asisten II Robby Silooy saat membuka kegiatan mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah kota adalah masalah di bidang ketenagakerjaan yakni tingginya tingkat pengangguran atau pencari kerja secara signifikan setiap tahunnya, seiring bertambahnya tingkat kelulusan dari berbagai strata pendidikan. Disisi lain, lapangan pekerjaan yang semakin terbatas pada kualifikasi tertentu yang lebih spesifik seiring perkembangan era industri 4.0, menuntut penguasaan dan keahlian di bidang informasi dan komunikasi.

“Dalam era revolusi industri 4.0 ini, hanya mereka yang memiliki keahlian dan kompetensi saja yang dapat bertahan dalam persaingan. Tanpa adanya kompetensi cukup, maka akan tersingkir dan peluang-peluang kerja itu akan didapatkan orang luar yang memiliki kualifikasi tersebut. Salah satu cara mengatasi persoalan itu, dengan uji kompetensi dan sertifikasi bidang informatika bagi tenaga kerja, sesuai kebutuhan era industri 4.0, yang mana tenaga kerja muda di kota Ambon mendapat kesempatan. Kami bersyukur dan semoga kegiatan ini akhirnya membawa dampak positif bagi para lulusan nantinya,” ujarnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed