AMBON,MRNews.com,- Cukup terbilang lama Gubernur Maluku Murad Ismail tidak membuat pernyataan kontroversi di depan publik. Konflik internal dengan petinggi dan kader PDI Perjuangan kala itu mungkin salah satu sebab membuatnya hati-hati.
Namun alih-alih konsisten, mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku itu justru ciptakan lagi kontroversi. Tidak dalam acara non formal dan tertutup, namun secara terbuka Murad berani soroti lawan politiknya.
Sasarannya kali ini adalah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang juga Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun (BGW). Yah, karena memang BGW tak lagi “sekutu” Murad.
Pasalnya mantan Dankor Brimob Polri itu kini sudah tak berpartai, karena telah
“ditendang” Partai Banteng Moncong Putih itu keluar dari “kandang”.
Satu diantara beragam alasan ialah karena isteri Murad, Widya Pratiwi tak lagi berseragam merah ala PDI Perjuangan. Namun sudah “menyeberang” ke Partai Amanat Nasional (PAN).
Posisi yang ditinggal Murad, diganti BGW atas perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri beberapa hari sebelum proses pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) ke KPU.
Bahkan jauh sebelum itu, BGW juga telah gantikan posisi Lucky Wattimury, kader senior PDI Perjuangan dari kursi Ketua DPRD Maluku, karena tersangkut masalah. Lagi-lagi atas perintah penguasa Teuku Umar, Megawati Soekarnoputri.
Padahal Lucky diketahui amat menjadi andalan dan “kesayangan” Murad. Setiap kegiatan seremoni pemerintahan di Kota Ambon dan ke daerah-daerah, LW, sapaan akrab mantan Ketua DPRD Kota Ambon itu jarang absen dan mengirim Wakil Ketua DPRD, selalu aktif mendampingi Murad.
Pasca pergantian kepemimpinan di tubuh DPD PDI Perjuangan Maluku maupun parlemen DPRD Maluku jelas membuat semua situasi berubah. Kendali kini ditangan BGW.
Momentum untuk “menyentil” BGW khusus terkait proses politik yang jalan “mulus” di parlemen pun akhirnya didapat mantan Kapolda Maluku itu.
Murad bilang di depan Forkopimda Maluku dan puluhan undangan lainnya termasuk ada dua pimpinan DPRD Maluku Asis Sangkala dan Melkianus Sairdekut, bahwa BGW sebenarnya belum siap menjadi Ketua DPRD.
Sebab pasca dilantik hingga kini, legislator dapil Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kepulauan Aru itu tidak pernah hadiri langsung kegiatan pemerintahan dan instansi vertikal lainnya, selalu saja diwakili.
“Belum siap jadi ketua DPRD, (tapi) dipaksakan jadi Ketua DPRD. Tidak pernah siap dimanapun acara-acara resmi berada,” tandasnya terkait ketidakhadiran Benhur saat penyerahan hewan qurban Presiden dan Pemprov Maluku di pelataran Masjid Al-fatah Ambon, Rabu (28/6).
Merespons statement “sindiran” Murad itu, Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun yang tiga kali coba dihubungi via seluler, Rabu (28/6) sore tidak merespons.
Demikian pula pesan pembuka yang dikirim malamnya via WhatsApp pun tidak dibalas, walau telah terbaca oleh mantan aktivis GMNI itu.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI-P Maluku Nancy Purmiasa maupun Bendahara DPD PDI-P Maluku, Ningsi Batjo yang juga coba ditelepon, Rabu (28/6) sore untuk sekedar mendapat tanggapan terkait statement mantan Ketua DPD PDIP Maluku terhadap pimpinannya saat ini pun tidak menjawab.
Padahal jawaban dari pihak BGW dan kolega Banteng Moncong Putih menjadi menarik ditunggu publik.
Apakah maksud statement Murad itu bagian dari “kritik positif” ke BGW cs atau akumulasi efek “sakit hati” dan belum “move on” karena didepak secara tragis??. (***)









Comment