by

Minimalisir Omicron, Siswa & Guru di 12 Sekolah PTM Antigen Serempak

AMBON,MRNews.com,- Sesuai apa yang diinstruksikan Walikota Ambon bahwa dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Covid-19 terbaru jenis Omicron ke Kota Ambon, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan Rapid Antigen secara acak.

Rapid antigen menyasar dan untuk melindungi siswa, guru maupun tenaga pendidik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang khusus telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Bentuk monitoring, kita lakukan sampling Rapid Antigen secara acak serempak kepada siswa-siswi di 12 sekolah yang telah lakukan PTM terbatas hari ini,” tandas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ambon Wendy Pelupessy.

Ke-12 SMP tersebut misalnya kata dia, di SMPN 9 Ambon, ada 363 peserta yang Rapid Antigen, dengan sistem random sampling atau acak sampel. Hanya diambil 25 persen dari setiap sekolah.

“Sekolah yang siapkan murid dan guru yang mau Rapid Antigen, petugas yang lakukan tes. Bila didapati hasilnya positif maka akan dilanjutkan dengan tes PCR intuk menentukan yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak,” terangnya di SMP 6 Ambon, Senin (31/1).

Untuk SMPN 6 sendiri sambungnya, ada 385 peserta, SMPN 4 sebanyak 299 orang, SMPN 2 ada 322 orang, SMPN 13 ada 198 orang, SMPN 7 ada 205 orang, SMPN 3 sebanyak 132 orang.

Kemudian SMP Kristen YPKPM 97 orang, SMPN 8 ada 88 orang, SMP Kalam Kudus 66 orang, SMPN 18 ada 52 orang dan SMP Katolik Santo Andreas 30 peserta. Dinkes dibantu BTKL-PP Ambon untuk tenaga analis.

“Hasilnya SMPN 9 ada 12 orang hasil Antigen positif/reaktif dan akan lanjut dengan PCR. 3 guru dan sisanya siswa. SMPN 6 juga ada 12 orang, guru 7 orang dan siswa 5 orang untuk sesi pertama, hasilnya reaktif. Sekolah lainnya masih tunggu hasil,” tandasnya.

Setelah 12 Sekolah PTM ini lakukan Rapid Antigen serempak tambahnya, maka akan lanjut hari Rabu dengan OPD-OPD Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, yang nanti diatur oleh BKPSDM, tinggal Dinkes Rapid Antigen.

“Kami juga telah mulai untuk seluruh Puskesmas dan staf di Dinkes Rapid Antigen,” demikian Pelupessy.

Mengenai kemungkinan PTM bakal ditinjau ulang bila hasil Rapid Antigen warga sekolah 50 persen positif/reaktif, Wendy menegaskan nanti akan dilihat hasil tes Swab PCR-nya.

“Jadi kalau misalnya 50 persen siswa yang terkonfirmasi positif, maka mau tidak mau sekolahnya kita istirahatkan dulu. Tapi Tupoksi itu ada di Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Saya hanya tes dan sampaikan hasil, tindaklanjut langkah apa kemudian itu ada di Kadisdik,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed