by

MI “Lengser”, Puan-Djarot Bawa SK ke Maluku, MCB Carataker Ketua?

-Politik-2,341 views

AMBON,MRNews.com,- Era kepemimpinan Murad Ismail (MI) sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku segera berakhir seiring turunnya “surat sakti” pemecatan dari Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri yang kemungkinan hari ini, Rabu (3/5).

Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR-RI Puan Maharani dan Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan rencana bakal membawa langsung “surat sakti” tersebut ke Ambon-Maluku.

Sekaligus keduanya bakal melakukan konsolidasi internal partai dan agenda lainnya menuju suksesi pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang mana prosesnya sementara ialah pendaftaran Bacaleg DPR ke KPU hingga 14 Mei mendatang.

“Rencananya Ibu Puan dan Pa Djarot yang datang ke Ambon-Maluku besok (hari ini-red) untuk hal itu,” sebut kader PDI Perjuangan Maluku yang minta namanya tak dipublish via seluler, Selasa (2/4) malam.

Seiring hal itu, DPP pun telah menyiapkan satu nama pengganti Murad sebagai carataker Ketua DPD. Tiga nama awalnya menguat yakni anggota DPR-RI Mercy Barends, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dan Thobyhend Sahureka, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku.

Namun sumber internal PDI Perjuangan menyebut, Mercy Chriesty Barends (MCB) paling berpeluang besar mendapat kepercayaan Megawati untuk memimpin Banteng Moncong putih di Maluku.

“Ibu Mercy sepertinya (Carataker Ketua DPD). Tapi lihat besok (hari ini-red) karena keputusan ada di Ibu Mega. Rencana penyampaian SK pemecatan sekaligus penunjukan carataker Ketua DPD oleh DPP,” tandas sumber itu.

Menanggapi “lengsernya” Murad dari kepemimpinan Banteng Moncong putih Maluku, senior dan pendiri PDIP Jusuf Leatemia menegaskan, apa yang dilakukan DPP tersebut merupakan langkah yang sangat tepat dan patut diapresiasi.

“Artinya itu juga bagian dari perjuangan katong seng sia-sia, sudah selesai. Terima kasih kepada DPP yang akhirnya setelah cukup lama, mendengar katong senior-senior partai punya suara bahwa PDI Perjuangan harus besar,” tandas Leatemia via seluler, Selasa malam.

Menurutnya, keputusan yang diambil DPP itu merupakan sebuah kenyataan yang harus diterima oleh semua pihak di Maluku dan memastikan konsolidasi partai harus terus berjalan apalagi menuju suksesi Pemilu 2024 yang tahapannya sedang berjalan.

“Selanjutnya kita memperjuangkan lagi PDI Perjuangan seperti semula di zaman kepemimpinan PDIP Maluku ketika ditangan almarhum pa Jhon Mailoa, pa Karel Ralahalu, pa Edwin Huwae berhasil semua. Itu harus terulang kedepan,” tegasnya.

Disinggung soal carataker yang merupakan suksesor Murad, Leatemia akui sepanjang SK belum turun dari DPP, wacana apapun untuk siapa bisa saja terjadi. Termasuk soal isu Mercy Barends yang menguat dapat kepercayaan itu.

“Itu kan baru wacana. Beta juga baru abis telepon ke Jakarta, tapi belum. Sebab kalau bicara carataker sudah dengan SK itu baru tahu kenyataannya. Kita tunggu saja lah karena belum tahu.

Tapi lebih bagus menurut Leatemia, carataker Ketua DPD adalah langsung dari DPP sehingga bisa mengeliminir masalah demi kepentingan partai yang lebih besar kedepannya.

“Lebih bagus orang DPP jangan pengurus DPD di Maluku sebab pasti ada kerikil-kerikil,” pungkas mantan anggota DPRD Maluku itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed