by

Menguatkan Kesadaran Kolektif Masyarakat Maluku Lewat Dialog Kebangsaan

AMBON,MRNews.com,- Kepala Densus (Kadensus) 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Marthinus Hukom katakan, dialog kebangsaan yang dilakukan bertujuan menguatkan kesadaran kolektif seluruh masyarakat, khususnya di Maluku.

Kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai problem yang cukup rumit baik di dalam negeri maupun perkembangan dunia global yang langsung maupun tidak. Perkembangan ini tentunya akan memberi dampak kepada keutuhan bangsa dan negara.

“Dialog kebangsaan ini untuk antisipasi perkembangan global sehingga memberi kesadaran kolektif pada masyarakat terutama adik-adik mahasiswa dan siswa SMA,” katanya dalam dialog kebangsaan bertema “Mengukuhkan ideologi Pancasila, merawat kebhinekaan dalam bingkai basudara manise, guna mewujudkan Pemilu damai 2024” di gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku, Jumat (3/11).

Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Stephen Napiun, Forkopimda Maluku, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan mahasiswa maupun pelajar SMA di kota Ambon.

Hadir pula Rektor Unpatti Ambon, Wakil Rektor I IAKN Ambon, Rektor IAIN Ambon, Rektor UKIM, dan Rektor Darusalam Ambon.

Dikatakannya, dialog kebangsaan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran kolektif, menguatkan resiliensi baik secara personal individu maupun secara kolektif.

“Begitu juga ketika kita melihat historinya Maluku yang pernah dilanda konflik dan kita ketahui tensi politik global atau nasional itu sangat berdampak sekali pada keamanan, terpecahnya masyarakat, polarisasi masyarakat, terutama yang kita hadapi saat ini adalah beberapa bulan lagi akan ada pemilihan umum (Pemilu),” katanya.

Kegiatan dialog kebangsaan ini juga dilakukan untuk mengangkat nilai-nilai Pancasila ditengah situasi Indonesia saat ini yang harus terus ditata dan dijaga.

“Ada dua hal penting yang ingin kami berikan, pesan-pesan moral yang akan kami berikan ditengah dua situasi menurut kami yang perlu kita sikapi betul. Pertama menjelang Pilpres 2024 dan kedua adalah isu-isu politik global yang juga berdampak pada Indonesia,” ungkapnya.

Dua situasi tersebut, kata Irjen Hukom, memiliki konsekuensi terhadap masalah politik.

“Kita selalu melihat bahwa politik itu kan membuat polarisasi dan bagi kami polarisasi itu hal yang wajar saja karena masyarakat bebas untuk memilih,” katanya.

Hanya saja, lanjut Irjen Hukom, jangan karena politik, lalu membiarkannya mengaduk-aduk emosi masyarakat.

“Sebagai Kadensus 88, sebagai perwira tinggi Polri, saya melihat dialog kebangsaan ini merupakan suatu cooling system untuk menjaga keharmonisan, menjaga kohesi sosial bisa tetap terjaga. Jangan sampai terjadi friksi karena politik,” harapnya.

Disisi lain, kondisi Indonesia bila dihubungkan dengan situasi global saat ini tentu tidak baik-baik saja.

“Kita lihat di Palestina sekarang terjadi perang antara Hamas dan Israel berdampak dari konsekuensi terhadap kehidupan beragama di Indonesia. Saya sangat memahami bahwa peristiwa global ini juga akan membuat polarisasi, namun kita coba untuk terus menjaga supaya polarisasi itu tidak terbentuk,” ungkapnya.

Diketahui, dialog kebangsaan tersebut dihadirkan narasumber yaitu Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Gus Islah Bahrawi, dan Pdt. Juliana A. Tuasela, Ph.D. (MR-02/Polda)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed