by

Memilih ke Madiun, Presiden Jokowi Batal Buka PESPARANI

-Maluku-1,302 views

 AMBON,MRNews.com,- Presiden RI, Ir Joko Widodo batal membuka perhelatan pesta paduan suara gerejani (PESPARANI) Katholik Nasional pertama, 27 Oktober 2018-02 November 2018 di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Sebagai gantinya, direncanakan orang nomor satu di Indonesia itu akan hadir lewat digital atau teleconference. Hal itu diungkapkan Ketua Umum LP3KN, Adrianus Meliala dalam keterangannya kepada awak media di lantai 2 kantor Gubernur Maluku, Jumat (27/10/18).

“Pa Presiden dalam konfirmasi terakhir, tidak jadi datang ke Ambon untuk membuka PESPARANI. Tapi kabarnya, beliau akan hadir dalam bentuk yang lain melalui digital. Seperti apa, kita tidak tahu,” ujarnya.

Dikatakan Meliala, LP3KN tidak tahu alasan ketidakhadiran Presiden. Karena pada beberapa minggu lalu, pihaknya sudah mengirim surat kepada Presiden lewat sekretariat negara perihal PESPARANI dan telah ada tanda terimanya. Setelah itu, kata Meliala, pihaknya telah berupaya maksimal melakukan komunikasi dengan berbagai cara untuk memastikan kehadiran Presiden.

Informasi terakhir yang didapat dari pihak istana, kata dia, Presiden telah mengagendakan hadiri kegiatan ke Madiun dan beberapa tempat lain di pulau Jawa di waktu bersamaan. “Update terakhir, Presiden menugaskan Menteri ESDM Ignatius Jonan untuk membuka PESPARANI, juga Menteri Agama Lukman Hakim Syaiffudin. Yang pasti, tanpa hadirnya Presiden, PESPARANI tetap jalan. Memang pasti dari pemberitaan, Presiden sudah tahu kita semua kecewa dan beliau hadir via digital,” tukas komisioner Ombudsman RI itu.

Sementara itu, Uskup Diosis Amboina, Mgr P.C Mandagi mengaku, tidak hadirnya Presiden ke PESPARANI adalah mutlak keputusannya dan harus dihargai, dilihat secara positif, bukan negatif thinking. Dan siapapun yang ditugaskan adalah hak Presiden. Sehingga tidak bisa disalahkan panitia pusat, daerah dan pemerintah provinsi, karena semua sudah berusaha maksimal. Lagipula berkaca dari Pesparawi nasional tahun 2015, dimana Presiden datang jelang pembukaan, bisa saja hal itu tiba-tiba terjadi di PESPARANI tanpa diketahui siapapun.

“PESPARANI ini pesta kegembiraan rohani dan harus dinikmati. Ada maksud dan tujuan baik dari ketidakhadiran pa Presiden. Saya terakhir masih komunikasi dengan ajudan. Apalagi harus diingat, ini tahun politik sehingga jangan sampai dikaitkan dan giring hal tersebut dengan politik, Pemilu. Hormati dan hargai saja keputusan Presiden, ada hikmah dan hal positif dibalik itu. Inti PESPARANI, sebagai pesta sukacita, kegembiraan, altar perdamaian dan kerukunan untuk membangun persaudaraan sejati lewat perjumpaan rohani, dari Maluku untuk Indonesia,” tutup Uskup, yang didampingi Sekretaris Umum Panitia PESPARANI, Titus Renwarin. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed