AMBON,MRNews.com – Guna memediasi persoalan bentrokan warga antara Ohoi (Desa) Ohoidertutu dan Ohoiren, kecamatan Kei Kecil Barat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa turun langsung, Selasa (26/07).
Pasalnya, isu yang beredar terkait bentrokan tersebut semakin melebar, sementara imbas bentrokan yang terjadi mengakibatkan satu korban jiwa, 33 orang luka-luka dan 22 rumah waga rusak.
Kapolda dan Pangdam tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Selasa siang, sekitar pukul 11.00 WIT, dan langsung menuju ke dua Ohoi tersebut.
Pantauan media ini, awalnya rombongan Kapolda dan Pangdam bertemu dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah Ohoi di Ohoi Ohoiren, berpusat di Mapolsek Kei Kecil Barat.
Sementara di Ohoi Ohoidertutu, mediasi dilakukan di depan rumah Kepala Ohoi Ohoidertutu dan juga dihadiri unsur masyarakat yang sama. Mediasi dilakukan secara terpisah.
Hadir dalam pertemuan tersebut, sejumlah petinggi TNI-Polri yakni Kapolres Malra AKBP Frans Duma, Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Arfa Yudha Prasetya, Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin, sejumlah pimpinan OPD, dan pihak Kecamatan Kei Kecil Barat, Camat Kei Kecil Timur Selatan, dan Pastor Paroki Ohoidertutu RD. Erick Mara.
Dua pertemuan tersebut diawali dengan penjelasan dan harapan dari warga yang bertikai. Kemudian ditanggapi Kapolda, Pangdam, dan Sekda.
Warga di kedua Ohoi sama-sama ingin menempuh jalur perdamaian secara adat. Mereka meminta agar perdamaian dilakukan sesegera mungkin agar semua aktivitas bisa kembali normal.
Warga di Ohoi Ohoiren juga meminta pemerintah membantu membangun kembali rumah-rumah yang rusak.
Kapolda dan Pangdam menyambut positif niat damai dari kedua Ohoi dan meminta agar warga di kedua Ohoi berhenti bertikai. Mereka menegaskan, pertikaian ini tidak punya manfaat apa-apa, yang ada hanyalah kerugian.
Kedua Jenderal mengajak warga untuk berlomba membangun ohoi. Kapolda dan Pangdam menilai bahwa Maluku Tenggara, khususnya Ohoidertutu dan Ohoiren, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa.
Mereka meminta masyarakat membangun gambaran/pandangan yang baik tentang Kei, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.
Dengan demikian, dapat meningkatkan ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin juga memberikan tanggapan. Khusus untuk Ohoiren, Sekda mengatakan, pemerintah daerah akan membantu menanggulangi kerugian yang dialami.
Rahawarin kemudian memerintahkan Kepala Kesbangpol untuk segera berkoordinasi dengan pimpinan kedua Ohoi dalam mempersiapkan penyelesaian secara adat.
Sekda memberi waktu satu minggu kepada Kepala Kesbangpol untuk berkoordinasi, agar konflik ini bisa diselesaikan secepatnya.
Upaya mediasi berjalan aman dan lancar. Rombongan Kapolda dan Pangdam selanjutnya kembali ke Langgur dan akan mengelar pertemuan bersama Bupati Malra Thaher Hanubun di Hotel Villia.
Pertemuan tersebut dalam rangka menindaklanjuti permintaan warga Ohoidertutu dan Ohoiren. (MR-03)










Comment