AMBON,MRNews.com – Sebulan ambruk akibat hujan deras, jembatan penghubung Reyamru Kecamatan Kei Besar Utara Timur (Kebut), kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sepanjang 10 meter dengan lebar 7 meter, tak kunjung memperlihatkan progres yang signifikan.
Akses infrastruktur darurat yang dijanjikan akan dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Bina Marga, lewat rapat koordinasi antara Pemkab Malra dan Pemprov Maluku beberapa waktu lalu, hanya jalan di tempat tanpa adanya kepastian kapan dibangun.
Rangka jembatan sementara yang telah dijanjikan jauh hari pun hingga kini tak kunjung tiba.
Sementara masyarakat kecamatan Kebut harus meradang, tercekik ongkos perjalanan yang melonjak drastis hingga seratus persen akibat ambruknya jembatan yang menjadi penghubung satu-satunya antara Ohoi Reyamru dan semua Ohoi di wilayah tersebut, sehingga perlu penanganan segera mungkin.
Kebutuhan logistik warga yang terisolir dibantu dan dipasok dengan berjalan kaki. Sementara untuk kendaraan roda dua yang melintas dipikul warga setempat dengan bayaran 1 motor Rp. 50.000.
Menyikapi hal ini, Tuhumury, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bina Marga PUPR Maluku yang menangani infrastruktur di Kei Besar saat dihubungi media ini, Rabu (28/07) lewat pesan singkat WhatsApp menyatakan rangka jembatan siap dikirim dalam waktu dekat.
“Rangka jembatan yang dibongkar dari Negeri Lima sudah siap untuk dikirim, direncanakan Rabu kemarin, tapi belum dapat kepastian, karena ada warning akibat cuaca ekstrem,” ungkap Tuhumury.
Lanjut Tuhumury, mengenai kapan datangnya rangka jembatan belum bisa dipastikan. Namun jika kondisi cuaca sudah membaik akan segera dikirim.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga PUPR Maluku Muhjiati Tuanaya yang dihubungi via pesan singkat, hanya membaca dan enggan merespon.
Sebelumnya diberitakan, ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Maluku Benhur Watubun juga mempertanyakan konsistensi dari Bina Marga PUPR Maluku, yang terkesan lambat penanganan imbasnya masyarakat sekitar yang menjadi korban. (MR-03)











Comment