AMBON,MRNews.com,- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan ‘warning” pasca terjadinya gempa dengan magnitudo 7,2 SR yang terjadi pada pukul 13.52.53 WIT yang berpusat di Laut Banda dengan kedalaman 45 km.
Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto meminta masyarakat di Maluku baik khususnya di Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Tenggara (Malra) khususnya yang ada di pesisir pantai agar waspada terhadap terjadinya potensi tsunami pasca gempa 7,2 SR tersebut.
“Kepada masyarakat di wilayah pesisir Maluku, Maluku Tengah, Maluku Tenggara,
diminta untuk waspada terhadap potensi tsunami dampak gempa M 7,2,” tandas Djati dalam siaran persnya, Rabu.
Selain di Maluku dan terutama dua Kabupaten tersebut, masyarakat pesisir di dua provinsi yaitu Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) agar juga waspada terhadap potensi terjadinya tsunami.
Diberitakan sebelumnya, Wilayah Tepa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Maluku lagi-lagi diguncang gempa tektonik, Rabu (8/11/23) pukul 13.52.47 WIT.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,2 SR.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono katakan, episenter gempabumi terletak pada koordinat
6.31 LS-129.77 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 154 km Utara Tepa-MBD, 199 km Selatan Banda-MALTENG pada kedalaman 10 km.
“Gempa ini dirasakan IV-V MMI di Saumlaki, di Banda IV MMI, di Ambon II MMI,” tandas Daryono dalam siaran persnya, Rabu.
Hingga saat ini dikatakan Daryono, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.
Satu jam kemudian, terjadi dua kali gempa susulan. Pertama bermagnitudo
4.6 SR pada pukul 14:26:23 WIT dengan lokasi 6.28 LS-129.14 BT (164 km Utara Tepa-MBD, 212 km Baratdaya Banda-MALTENG) pada kedalaman 12 km.
Diikuti gempa susulan kedua berkekuatan
5.6 SR hanya selang 16 menit kemudian, pada 6.15 LS-129.81 BT (172 km Utara Tepa-MBD, 181 km Selatan Banda-MALTENG) dengan kedalaman 10 km.
“Di gempa susulan kedua, terasa hingga ke Kecamatan Selaru kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dengan II MMI,” tandas Kepala Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto, Rabu.
Kepada masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (MR-02)








Comment