AMBON,MRNews.com,- Stakeholder diantaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, camat, lurah, kepala desa atau kepala pemerintahan negeri atau BPD atau saniri negeri dan ketua RT-RW se-kota Ambon maupun masyarakat diharapkan mendukung penuh sejumlah agenda kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke 444 kota Ambon pada 7 September 2019 nanti, yang nuansanya didesain sedikit berbeda dan spesial dengan balutan dominasi musik sebagai brand Ambon.
Menurut Walikota Ambon Richard Louhenapessy, dukungan dari stakeholder tersebut sangat penting sebab mereka lah orang-orang yang berperan penuh untuk majukan kota Ambon sehingga bisa seperti sekarang, mendapat banyak apresiasi dari pemerintah pusat dan lembaga atau institusi nasional maupun internasional, bukan walikota, wakil walikota atau sekretaris kota.
“Keberhasilan Ambon sekarang, bukan karena pemerintah kota dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) tapi seluruh stakeholder dan masyarakat RT/RW, lurah, camat, kepala desa/raja, BPD, saniri. Itu harus diakui, sebab mereka adalah ujung tombak pembangunan dan kemajuan Ambon saat ini, yang berhasil bangkit dari keterpurukan 20 tahun lalu akibat konflik,” harap walikota saat Rakor Forkopimda dengan stakeholder itu di hall MCM, Tantui, Jumat (23/8/19).
Agenda kegiatan tersebut diantaranya Gowes Nusantara besok (hari ini-red) yang mengambil start dari depan Gong Perdamaian Dunia, Harmony Sudut Kota pada 1 September dengan empat lokasi diantaranya Bandara Pattimura, jalan Diponegoro, jalan Pattimura dan jalan A.Y.Patty, festival banda menghadirkan 23 band anak muda dan festival choir dengan 60 paduan suara di tiga titik yakni Gong Perdamaian, jalan Diponegoro dan jalan Abdulalie pada 2 dan 3 September, cerdas cermat tingkat SMP-MTs oleh Bank BRI dan BPD Maluku pada 3-4 September.
Kemudian, festival brass, totobuang dan hadrah pada 4 September di empat titik yaitu jalan A.Y.Patty, jalan Pattimura, jalan Ahmad Yani dan jalan Diponegoro dengan ratusan pengisi acara, doa untuk Ambon pada 5 September di dua titik Sport hall Karpan untuk agama Kristen dan Islami Center untuk agama Muslim, Amboina Music Karnaval pada 6 September yang seluruhnya bernuansa musik dengan 80 peserta start di titik O kota Ambon. Puncaknya 7 September yakni peringatan HUT ke 444 kota Ambon di lapangan Merdeka.
“Pasca HUT juga ada festival musik dan budaya yang diisi dengan lomba nyanyi solo dan vocal group pada 17 September di Teater Tertutup Taman Budaya Karpan, lomba tarian antar sanggar pada 18 September juga di Taman Budaya dan lomba Jujaro Mungare pada 19-20 September di Baileo Siwalima. Sebelumnya pada 18-20 Agustus sudah dibuka dengan festival Teluk Ambon, lomba gerak jalan cepat dan goyang kaka Enda 21-23 Agustus serta Ambon Pono Deng Musik pada 21 Agustus di Gong Perdamaian,” papar Louhenapessy. (MR-02)











Comment