AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena telah menetapkan keputusan Walikota (Kepwali) tahun 2022 terkait masa tanggap darurat bencana kebakaran yang melanda kawasan Mardika Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Kota Ambon.
Wattimena akui, meski telah melakukan upaya tanggap darurat pasca bencana seperti pasokan makanan siap saji dan penyediaan tenda serta netralisir lokasi bencana, namun memang masih ada persoalan yang mesti dibenahi lagi.
Seperti ketersediaan tenda. Dimana dua tenda pengungsi yang dibangun ini tidak mampu menampung seluruh pengungsi akibat terbatasnya lokasi.
“Kita akan koordinasi dengan Kapolresta Ambon agar kalau bisa ada lokasi kebakaran yang bisa dipasang tenda, biar kalau bisa Police Line dilepas dan sebagian kita pakai untuk membangun tenda darurat,” akuinya usai melihat kondisi pengungsi di tenda darurat, Minggu (11/12).
Selain masalah tenda kata Wattimena, ada pula persoalan air bersih. Soal hal ini, memang kesulitan karena lokasi kebakaran sehingga tidak bisa menggunakan mesin pompa air dan sebagainya, akses pun terbatas.
“Saya sudah minta untuk kita tambah lagi profil tank. Nanti airnya diisi dari mobil air milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon,” bebernya.
Tak hanya itu, masyarakat korban pengungsi juga keluhkan terkait tidak tersedianya MCK (mandi, cuci, kakus). Namun sebenarnya untuk tenda pengungsi yang berada dekat kantor Lurah Rijali masih bisa tertangani karena ada WC umum yang tersedia.
Namun untuk tenda pengungsi di lokasi lorong Mangga, sudah dilakukan koordinasi dengan Balai Cipta Karya, Dinas PUPR dan BPBD Provinsi Maluku untuk membantu sediakan MCK portabel.

“Memang ada di BPBD Provinsi, ada MCK portabel yang jadi satu dengan mobil. Tapi mobilnya tidak masuk langsung ke lokasi pengungsian, terbatas. Maka kita minta MCK portabel saja untuk dipasang di seputaran tenda di lorong Mangga,” urainya.
Dirinya bersyukur karena ada satu unit MCK portabel yang hari ini yang dibantu dari BPBD Provinsi Maluku dan empat unit akan menyusul dari Balai Cipta Karya.
“Kita harapkan dengan bantuan itu bisa menyelesaikan persoalan itu, ketersediaan MCK dan juga air bersih untuk pengungsi. Kalau untuk makan saya rasa tertangani karena kita sudah punya dapur umum, tempat tidur dan alasnya cukup disuplai dari Dinas Sosial dan BPBD,” jelasnya.
Dikatakan, semua yang masih kurang jelas akan diperbaiki secara maksimal. Sehingga minimal para pengungsi korban kebakaran bisa terlayani secara baik semua kebutuhannya, nyaman tinggal walau di tenda darurat.
“Kita kerjasama dengan semua pihak. TNI, Polri semua kita berusaha untuk lakukan yang terbaik. Soal kesehatan sudah tertangani karena pasca kejadian dua hari lalu itu, tim kesehatan langsung dikerahkan turun,” pungkasnya. (MR-02)









Comment