AMBON,MRNews.com,- Polda Maluku kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat yang bertujuan untuk menjaring keluhan, saran, dan masukan masyarakat terkait kamtibmas.
Salah satu kegiatan implementasi program Kapolda Maluku yakni “Basudara Manise”, kali ini digelar bersama Ikatan Pedagang Pasar Mardika (IPPMA) di Cafe Nirmala, Poka, Kota Ambon, Jumat (10/2).
Jumat curhat bersama anggota IPPMA dihadiri Irwasda Maluku Kombes Jannus Parlindungan Siregar, Direktur Binmas Kombes Pol Denny Abrahams, Wakapolresta Ambon AKBP Heri Budianto, Kasat Binmas Kompol Sarah Lessy dan Kapolsek Sirimau AKP Sally Lewerissa.
“Program Jumat curhat bukan saja di hari Jumat ini tapi setiap hari kalau bisa, namun kami juga punya kegiatan dan program yang lain maka kita fokus di hari Jumat,” kata Siregar.
Siregar mengaku Ambon merupakan kota dengan julukan City of Music. Ambon juga merupakan salah satu kota yang paling gembira dan bahagia di Indonesia.
“Namun kita juga punya histori di masa lalu yang tidak mengenakan. Maka stabilitas kemanan yang kondusif di saat ini perlu sama-sama kita jaga dan kita pelihara,” pintanya.
Orang nomor 3 di Polda Maluku itu berharap dalam pertemuan ini bila ada masalah yang dialami terkait Kamtibmas, khususnya di pasar Mardika, atau lainnya dapat disampaikan.
“Agar kita dapat selesaikan bersama-sama, sebab pasar itu lambung manusia, jika tidak ada pasar maka kita tidak bisa mendapat bahan pokok untuk makan. Saya berharap kita semua bisa berkolaborasi menjaga ketertiban di pasar Mardika,” harapnya.
Senada, Direktur Binmas Denny Abrahams, juga berharap situasi Kamtibmas di pasar Mardika dan Maluku pada umumnya bisa tetap terjaga.
Sementara itu, Rudi, ketua IPPMA mengaku, permasalahan kriminal yang sering terjadi di pasar Mardika banyak salah satunya terkait pencopet yang sangat meresahkan pedagang dan para pembeli.
Menurutnya, saat ini para pembeli khususnya ibu-ibu yang ingin datang ke pasar merasa khawatir dan takut dengan maraknya aksi pencopetan.
“Saat ini mama-mama mau datang belanja di pasar mereka takut dan khawatir. Pencopetan sudah terlalu sadis sampai kadang kami juga yang sudah lihat mereka tapi takut berbicara karena kami juga pikir keamanan diri dan barang dagangan,” jelasnya.
Olehnya itu, dia berharap persoalan tersebut dapat dituntaskan. Sebab hal ini sudah terjadi sangat lama dan meresahkan para pedagang maupun pembeli.
“Kami minta hal ini bisa jadi perhatian serius Polda Maluku dan Polresta Ambon karena disayangkan sering terjadi kekerasan, pencurian dan tindak kriminal lain namun polisi lambat datangi TKP. Padahal jarak kantor Polisi dengan pasar Mardika tidak jauh, ada Polsek, ada Kodam dan Polda tapi kenapa masalah kriminal di pasar Mardika tidak pernah tuntas,” ungkapnya.
Terkait hal itu, pihaknya berencana akan menyurat ke Polda Maluku agar dapat menghadirkan personel di pasar Mardika untuk menjaga keamanan.
“Jadi kami juga berencana akan bersurat kepada Polda Maluku untuk menghadirkan personel pengamanan,” ucapnya.
Senada dengan Rudi, pedagang lain juga berharap yang sama agar persoalan pencopetan dapat segera dituntaskan.
“Hingga saat ini kalau ada pencurian dan kita tangkap pelaku dan serahkan ke Polisi tapi hanya beberapa saat sudah bebas lagi. Padahal ini tindak pidana. Apakah ada polisi di level bawah yang bermain? karena para tersangka ini kadang berkata, silahkan lapor tidak masalah karena kantor polisi rumah kita juga,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Irwasda berjanji akan menindaklanjuti persoalan itu. Pihaknya juga akan melakukan formasi dan langkah baru dalam penyelesaian masalah kriminalitas di pasar Mardika.
“Dalam waktu dekat kami akan mendirikan pos pengamanan dengan harapan personel yang ditugaskan bukan untuk menyusahkan masyarakat tapi membantu masyarakat khususnya pedangan yang beraktifitas di pasar Mardika,” tegasnya.
Siregar berharap kedepan ada kerjasama yang baik antara IPPMA dengan pihak kepolisian.
“Bapak ibu semua bisa selalu memberikan informasi terkait permasalahan yang terjadi di pasar Mardika,” pintanya.
Sementara itu, Wakapolresta Ambon AKBP Heri Budianto juga berjanji akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait tentang pendirian pos pengamanan.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan penjabat Walikota dan akan segera mendirikan pos yang isinya mungkin dari kami bersama Pol Pp dan dinas terkait untuk kelancaran pelaksanaan pengamanan di pasar Mardika,” kuncinya. (MR-02)











Comment