by

Maluku Mengirim Pesan Cinta Damai Untuk Indonesia

-Maluku-2,181 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan-pemuda bahkan masyarakat di Provinsi Maluku, mengirim pesan damai untuk Indonesia. Pesan damai itu berisi “Maluku Cinta Damai”. Seluruh komponen tersebut menyatakan ikrar dan deklarasi cinta damai sekaligus mengukuhkan lewat tanda tangan sebagai bentuk komitmen, dimana Gong Perdamaian Dunia sebagai saksinya, Jumat (28/6/19).

“Maluku masih menjadi salah satu provinsi yang punya indeks kedamaian terbaik di Indonesia. Sebab itu, apapun latar belakang perbedaan agama, budaya, etnis, dan pilihan politik, tetapi katong samua orang basudara. Potong dikuku rasa di daging, ale rasa beta rasa. Falsafah luhur ini, kita ingin kembangkan menjadi nilai untuk ke-Indonesia-an kita. Berbeda, namun kita selalu belajar memahami perbedaan, belajar saling mencintai, belajar saling membanggakan dan belajar saling menghidupi. Semoga damai dari Maluku, terpatri sejati di sanubari kita. Dan damai dari Maluku juga menjadi damai untuk Indonesia,” ujar Wakil Ketua MUI Maluku Abidin Wakanno.

Deklarasi yang berisikan empat poin penting itu dibacakan pimpinan umat beragama diantaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku, Majelis Ulama Indonesia (MUI), MPH Sinode GPM, Keuskupan Amboina, Walubi Maluku dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Selanjutnya diikuti penandatanganan oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, Kapolda Irjen Pol Royke Lumowa, Danlantamal IX Ambon Antongan Simatupang, Kasdam XVI Pattimura, Wakil Ketua MUI Maluku Abidin Wakanno, Bawaslu Maluku Astuti Usman, Ketua MUI Kota Ambon Muhammad Rahanyamtel, Anggota MPH Sinode GPM Pdt Herry Siahaya, Walubi W. Jauwerissa, Wakapolda Brigjen Pol Teguh Sarwono, Ketua Pengadilan Tinggi Ambon, Asisten II Pemkot Robby Silooy, yang kemudian diikuti seluruh elemen terkait.

“Menyikapi pelbagai dinamika sosial politik yang sedang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini serta keharusan kita semua sebagai anak bangsa untuk merawat perdamaian sejati, persatuan dan kesatuan bangsa serta kebhinekaan Indonesia, maka dengan ini kami terdiri dari berbagai elemen masyarakat Maluku antara lain tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan menyampaikan deklarasi Maluku Cinta Damai,” ungkap para pembaca deklarasi serempak.

Empat poin isi deklarasi Maluku Cinta Damai diantaranya pertama; kami masyarakat Maluku adalah masyarakat yang cinta damai untuk itu kami mengajak seluruh komponen bangsa khususnya masyarakat Maluku untuk menghargai perbedaan suku agama ras golongan dan pilihan politik dengan motto walaupun berbeda suku agama golongan warna kulit bahasa tetapi Katong samua basudara.

Kedua, terhadap pelbagai perselisihan yang timbul dalam masyarakat hendaknya diselesaikan dengan cara-cara yang damai arif dan bijaksana melalui dialog musyawarah untuk mufakat atau melalui jalur penegakan hukum dan kami menolak dengan tegas penyelesaian masalah dengan cara-cara kekerasan atau anarkis yang dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa.

Ketiga, kami masyarakat Maluku mengajak seluruh komponen bangsa khususnya masyarakat Maluku untuk memperkuat ketahanan sosial dalam rangka mengantisipasi berbagai bentuk polarisasi politik identitas dan provokasi yang dewasa ini marak bertebaran di media sosial dalam bentuk hoax dan hate speech.

Keempat, kami masyarakat Maluku menolak dengan tegas berbagai bentuk polarisasi masyarakat untuk kepentingan sosial serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus merawat dan mengembangkan pertalian sejati hidup orang basudara serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana falsafah orang Maluku yaitu potong yg kurasa di daging ale rasa beta rasa dan sagu salempeng dibagi dua. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed