AMBON,MRNews.Id.- Kehadiran Aliansi Mahasiswa Pulau Buru dengan menggelar aksi unjuk rasa damai menguak kekecewaan terhadap anggota DPRD Provinsi Maluku asal daerah pemilihan Kabupaten Buru dan Buru Selatan, terkait polemik aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Botak yang hingga kini masih terus bergejolak.
Koordinator Lapangan II aksi, Arton Nurlette, mengatakan para wakil rakyat yang merupakan anggota legislatif (Aleg) asal daerah pemilihan (Dapil) Pulau Buru harus lebih serius dan jeli melihat persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama menyangkut kebijakan pertambangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap Ridwan Nurdin dan Akmal Solissa sebagai DPRD Provinsi Maluku yang berasal dari Dapil Buru dan Buru Selatan bisa melihat persoalan ini secara jeli. Gunung Botak hari ini merupakan jantung perekonomian masyarakat Pulau Buru,” ujar Arton saat menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Ambon, Selasa (19/5).
Ia juga menyinggung posisi Akmal Solissa yang merupakan anak dari mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa. Menurutnya, para anggota legislatif asal Pulau Buru dan Buru Selatan harus menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat yang terdampak langsung dengan kebijakan pertambangan di Gunung Botak.
“Mereka selama ini berbicara soal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pulau Buru. Karena itu kami berharap mereka juga hadir dan serius mengawal persoalan Gunung Botak,” katanya.
Selain menyoroti DPRD, massa aksi juga mengaku kecewa terhadap sikap Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, yang dinilai tidak merespons aksi-aksi penyampaian aspirasi mahasiswa terkait persoalan Gunung Botak.
Arton menyebut, sebelumnya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) juga telah melakukan aksi serupa pada 18 Mei lalu, namun tidak ditemui oleh pimpinan daerah. Kondisi serupa kembali terjadi saat Aliansi Mahasiswa Pulau Buru menggelar aksi di DPRD Provinsi Maluku.
“Kami sangat kecewa terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Setelah beberapa aksi dilakukan, mulai dari GMKI hingga gerakan hari ini, tidak ada respons langsung dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerakan mahasiswa terkait persoalan Gunung Botak tidak akan berhenti sampai di situ. Aliansi Mahasiswa Pulau Buru, kata dia, akan kembali melakukan konsolidasi dan turun menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
“Aksi kami hari ini akan berlanjut untuk menyuarakan persoalan Gunung Botak,” tutup Arton. (**).











Comment