by

Mahalnya Tiket Pesawat, DPRD Panggil Angkasa Pura & Maskapai

AMBON,MRNews.com,- Sikapi mahalnya tiket pesawat di semua maskapai jelang hari raya Natal dan tahun baru, komisi II DPRD Kota Ambon memanggil PT Angkasa Pura dan seluruh maskapai penerbangan (Garuda Indonesia, Lion Air+Batik Air, Sriwijaya Air) termasuk Pertamina untuk melakukan rapat di ruang sidang paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa (4/11/18). Namun Pertamina tidak hadir.

“Hari ini (siang) komisi memang akan melakukan rapat dengan Angkasa Pura, pertamina dan seluruh maskapai penerbangan yang masuk di kota Ambon untuk koordinasi mahalnya tiket pesawat jelang Natal dan tahun baru” tandas Sekretaris komisi II DPRD, Zeth Pormes di Balai Rakyat Belakang Soya, Selasa (4/12/18) pagi.

Kenapa hal ini dilakukan karena menurut Pormes, berdasarkan aspirasi atau laporan-laporan serta keluhan dari masyarakat bahwa menyongsong hari Natal tiket misalnya dari Jakarta atau daerah lain ke kota Ambon sangat mahal.

“Bayangkan saja Lion Air itu menyentuh angka Rp 4 juta lebih, Batik Air Rp 6 juta sementara Garuda Indonesia capai Rp 8 juta. Sehingga kami merasa hal itu sangat memberatkan masyarakat apalagi lonjakan harga ini tanpa ada pengendalian dari kementerian perhubungan. Kita tidak tahu kenapa sampai maskapai maupun travel menjual harga selangit itu atas dasar apa. Pasalnya ini sudah di luar logika dengan tiket pesawat selangit menjelang Natal dan tahun baru,” tegas politisi Golkar itu.

Karenanya rapat koordinasi bersama dengan PT Angkasa Pura dan maskapai serta pihak lainnya diakui Pormes penting dilakukan untuk mencari solusi guna menyampaikan aspirasi ini nantinya ke pemerintah pusat dalam hal ini kementerian perhubungan sebagai pihak yang berkompeten untuk mengatur penerbangan dan tarif harga tiket pesawat. Bahwa kondisi tersebut memang hanya terjadi di wilayah Indonesia Timur khususnya dari dan ke Ambon.

“Saya kira janganlah masyarakat dibebankan dengan tiket pesawat yang tinggi dan tidak masuk di akal menjelang Natal dan tahun baru. Selama ini juga kalau masalah mudik diatur dengan baik serta dikendalikan harganya misalnya transportasi kereta api, kapal tetapi kenapa lonjakan harga tiket pesawat menjelang Natal begitu tinggi dan tidak ada perhatian sama sekali dari kementerian perhubungan,” bebernya.

Untuk itu sebagai pimpinan komisi dan wakil rakyat di parlemen meminta kepada kementerian Perhubungan melihat persoalan melonjaknya tiket pesawat ini secara serius, jangan rakyat dibebankan dengan harga tiket tinggi. Apalagi tidak ada pengumuman resmi tetapi tiba-tiba naiknya sangat tinggi hingga tiga kali lipat dari harga biasanya sesuka-suka maskapai.

“Jangan nanti Idul Fitri harga tiket pesawat mahal seperti ini. Kita tidak mau terulang. Apa dasar mereka menaikkan. Penerbangan domestik saja mahal. Kita harapkan janganlah membebankan masyarakat dengan cara seperti itu. Orang mau merayakan Natal dan tahun baru dengan keluarga tidak bisa pulang karena harga tiket pesawat begitu besar. Sehingga akan kita pertegas untuk maskapai di Ambon dapat berkoordinasi dengan maskapai pusat untuk tidak lagi ada lonjakan harga di Natal dan tahun baru. Toleran terhadap harga tiket lah. Masih murah tiket ke Hongkong ketimbang dari dan ke Ambon,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed