AMBON,MRNews.com,- Pengembangan rencana kelompok kerja (pokja) kampung keluarga berencana (KB) di negeri/desa/kelurahan di Kota Ambon, perlu didesain secara baik salah satunya lewat lokakarya. Karena KB merupakan salah satu indikasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan prioritas kependudukan, serta program pengembangan lintas sektor secara utuh di lapangan.
“Kampung KB adalah bentuk model yang melibatkan seluruh bidang BKKBN dan bersinergi dengan terperangkap daerah mitra kerja stakeholder terkait sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah. Yayasan Cipta Padu (YCD) dengan pendekatan Advance Familiy Planning (AFP) secara aktif melakukan pendampingan implementasi program tersebut,” ujar Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru saat membuka lokakarya rencana pengembangan Pokja kampung KB yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon di Lantai II Balaikota Ambon, Jumat (12/10/18).
Sejak kampung KB diluncurkan oleh Presiden RI pada awal tahun 2016, kata Latuheru, YCD dengan pendekatan AFP, membantu mengimplementasikan di lapangan. Melalui dukungan berbagai program dan donor usaha yang merupakan tindak lanjut dari Indonesia strategi advokasi revitalisasi.
“Perkembangan dari pencipta diluncurkan undang-undang nomor 6 tentang desa. Berbagai pembelajaran tantangan lokasi kampung KB di tingkat desa, dan penguatan kampung KB telah diperoleh dari program tersebut. Upaya perluasan pendampingan ke berbagai daerah terus dilakukan pada bulan Juli tahun 2018 yang pencipta kembali didukung oleh fondation melalui FF2020 Rapib Rensponse Mechanise (RRM) untuk pelaksanaan program lokakarya,” bebernya.
Selain, pendampingan tersebut dilakukan secara perjanjian baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota sampai desa kelurahan negeri. Kegiatan meliputi pengembangan penuntun yang kampung keluarga berencana untuk pengertian ini lapangan, ingatkan kapasitas, pengembangan penjara ke jaringan kampung KB. Smart dan fasilitasi advokasi ke pemegang kebijakan daerah dan bisa.
“Smart dikembangkan sejak tahun 2016 dan telah digunakan di berbagai provinsi seperti di Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Alat digunakan untuk membantu pekerja kampung KB di desa kelurahan, dalam merencanakan kegiatan sesuai kondisi lokasi,’’ paparnya.
Program pengajaran kampung KB tersebut juga tambah Latuheru, mendorong para kader, diikuti tingkat kabupaten dan kota, dalam integrasi berbagai program pembangunan seperti kampung keluarga berencana. (MR-02)








Comment