AMBON,MRNews.com,- Lima (5) proyek perubahan atau inovasi dari peserta pendidikan dan latihan (Diklat) kepemimpinan tingkat III di lingkup pemerintah kota (Pemkot) Ambon resmi dilaunching, Senin (17/6/19) di lantai II Balaikota Ambon oleh Asisten I Sekkot, Mien Tupamahu mewakili Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.
Lima proyek inovasi tersebut diantaranya srategi penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat (pembentukan kelompok informasi masyarakat); gerakan sadar baca sejak dini (Kadar Baca Kini); Si Lapard (sistem informasi laporan penerimaan daerah) kota Ambon; strategi peningkatan sistim informasi data base barang dan logistik badan penanggulangan bencana daerah kota Ambon dan SPBE yang terintegrasi untuk mencapai pelayanan publik yang berkinerja tinggi (Stempel Liberti)/sistim pemerintahan berbasis elektronik.
“Kiranya proyek-proyek perubahan atau inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi efektifitas dan efisiensi kerja Pemkot Ambon dalam penyelenggaraan program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap, agar proyek perubahan ini dapat diterima dan diimplementasikan dalam bidang kerja masing-masing, demi menyediakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat kota Ambon serta stakeholder lainnya di kota ini,” ujar Tupamahu.
Kelima proyek ini diakuinya, meskipun berbeda-beda ruang lingkup dan implementasinya, namun jika dilihat ada benang merah yang menghubungkan satu dengan yang lain yaitu pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini menunjukkan bahwa ASN Pemkot Ambon sebenarnya memiliki potensi untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi informasi dalam menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin modern.
Kedepan, tentunya tambah Tupamahu, ini potensi ini harus terus digali dan kembangkan, serta dipertimbangkan sebagai bagian dari nilai kompetensi yang harus dimiliki oleh para ASN yang akan menduduki jabatan eselon III.
“Tidak mungkin kita dapat melakukan pelayanan publik secara baik kepada masyarakat, dapat bersaing dan mengejar ketertinggalan dengan daerah lain, jika kita mengoptimalkan potensi yang kita miliki dalam penguasaan teknologi informasi yang dewasa ini sudah menjadi bagian dari konsumsi masyarakat sehari-hari dan ini tentunya harus dimulai minimal dari para pejabat eselon III di lingkup Pemkot Ambon,” pungkasnya. (MR-02)









Comment