AMBON,MRNews.com,- Melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon merancang rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Ambon tahun 2020. Penyusunan RKPD ini lewat Musrenbang bagian dari siklus perencanaan pembangunan daerah tahunan, diikuti kurang lebih 200 peserta terdiri atas para pimpinan perangkat daerah dan staf, pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon, camat, dan tim perumus Musrenbang RKPD di kecamatan, serta mitra dan pemangku kepentingan lain yang terkait dalam pembangunan di Kota Ambon.
Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler ketika membuka Musrenbang RKPD 2020 di Marina Hotel, Senin (1/4/19) mengaku, moment ini jadi forum antar pemangku kepentingan di kota untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap sasaran dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana program dan kegiatan yang disertai indikator dan target kinerja dan kebutuhan pendanaan, dalam rancangan RKPD Kota Ambon tahun 2020.
“Musrenbang rancangan RKPD Kota Ambon ini upaya wujudkan pembangunan Kota Ambon yang berkesinambungan sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Ambon tahun 2017-2022, guna mewujudkan visi Ambon yang harmonis, sejahtera dan religius, dijabarkan dalam empat misi yaitu memperkuat dan mempererat harmonisasi sosial, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat menuju kemandirian yang kreatif, berbasis sumberdaya alam yang tersedia, serta meningkatkan nilai-nilai spiritualitas masyarakat,” ujar Wawali.
Sejalan dengan itu, tema pembangunan Kota Ambon tahun 2020 lanjutnya, diprioritaskan pada dua fokus, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pencapaian standar pelayan minimal (SPM) daerah, dan mewujudkan kunjungan wisata Kota Ambon 2020. Fokus pertama dilakukan melalui pendidikan untuk semua, kesehatan berkelanjutan, pekerjaan umum dan penataan ruang berkualitas, perumahan dan kawasan permukiman layak; ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat berkelanjutan; kesejahteraan sosial berkelanjutan serta tata kelola layanan publik optimal.
Untuk fokus kedua, dikatakan, saat ini berwisata dan berkunjung ke suatu tempat, telah menjadi trend global. Sehingga peluang ini harus ditangkap, sebab Ambon meski kota kecil, namum memiliki nama besar dan dikenal secara luas. Ambon juga memiliki keunggulan komperatif, seperti kota di pulau kecil; keindahan alam, pantai, pesisir, dan teluk; keunikan ragam adat dan budaya; serta posisinya strategis sebagai pintu masuk ke kabupaten/ kota di Maluku.
Fokus itu akan dilakukan lewat Ambon city of music dan ekonomi kreatif, nilai tambah ekonomi yang optimal, ketahanan pangan berkelanjutan, sarana-prasarana kota yang nyaman dan inklusif, kesadaran dan peran masyarakat untuk kota wisata dan kreatif, kearifan lokal dan budaya yang terpelihara, dan pelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
“Pembangunan Kota Ambon yang bergerak dinamis, menuntut peran kita untuk cepat menjawab kebutuhan masyarakat lewat kerja dan kinerja nyata. Karena itu kinerja pembangunan daerah harus terukur, guna wujudkan visi Ambon harmonis, sejahtera, dan religius. Kinerja pembangunan 2020, diukur dengan pencapaian sasaran strategis daerah lewat indikator kinerja utama (IKU), serta pencapaian penyelenggaraan pemerintahan daerah, melalui indikator kinerja kunci (IKK),” ungkapnya.
Plt Kepala Bappeda-Litbang Kota Ambon, Febby Maail menambahkan, Musrenbang diisi pemaparan materi dari Bappeda-Litbang, Ketua DPRD kota Ambon, James Maatita tentang pokok-pokok pikiran DPRD untuk RKPD Kota Ambon tahun 2020, Inspektur Kota Piet Ohman tentang evaluasi SAKIP OPD Kota Ambon tahun 2018 dan Kepala Bappeda Maluku tentang rancangan awal RKPD provinsi Maluku tahun 2020, yang diwakili Kabid Penelitian dan Pembangunan Daerah, Djalaludin Salampessy. Ada juga diskusi kelompok terfokus sesuai urusan pemerintahan, yaitu kelompok pembangunan manusia dan sosial; pembangunan ekonomi; serta pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah.(MR-02)











Comment