by

“Lecehkan” Orang Ambon, Ruspanah Cs Bakal Polisikan Shafiq

AMBON,MRNews.com,- Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh pakar media sosial, Shafiq Pontoh saat acara NGOPI di salah satu stasiun TV swasta nasional, Jakarta, Selasa (21/8/18) malam, diduga “melecehkan” orang Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya yang intinya menyebut anak muda Ambon gagap teknologi (Gaptek). Hal ini lantas mendatangkan kecaman dari masyarakat Maluku yang ada di Kota Ambon, Maluku maupun di luar daerah, termasuk Jakarta.

Pengacara muda Maluku yang beracara di Jakarta, Yogie Ruspanah pun mengancam, dirinya bersama sejumlah pemuda Maluku ibukota akan mempolisikan Shafiq Pontoh dengan melaporkannya ke Polda Metro Jaya agar nantinya dapat mempertanggungjawabkan kalimat yang dikeluarkannya itu di depan publik.

“Pernyataan yang tidak beretika dan benar-benar melecehkan kami sebagai anak Ambon, Maluku. Apalagi disampaikan di media elektronik dan publik menyaksikan. Maka menyikapinya, mungkin beta ada persiapan bersama beberapa pemuda untuk melaporkan si Shafiq Pontoh ke Polda Metro Jaha agar bisa tanggungjawab kalimatnya,” tandas Ruspanah kepada media ini via pesan WhatsApp, Rabu (22/8/18).

Laporan tersebut kata Ruspanah, akan dilakukan secepatnya, dalam satu atau dua hari ini, sebagai bentuk efek jera dan konsekuensi hukum dari suatu tindakan yang bertentangan dengan aturan hukum. Selain itu, dirinya juga telah siap bukan tidak mungkin untuk menyampaikan somasi kepada sang pelaku.

Bahkan, diakui Ruspanah, dirinya dan beberapa pemuda sudah mendatangi kediaman sang kontroversial di jalan Dempo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk mempertanyakan langsung maksud kalimatnya. Sayang, Syafiq tidak ada di tempat.

“Kalau laporan sudah masuk, maka kita minta aparat penegak hukum harus cepat bertindak agar masalah ini tidak membuat pemuda Maluku di Jakarta makin resah, karena ini harga diri orang Maluku. Bila nanti sudah ada pembenaran diri dan permintaan maaf dari Shafiq, itu soal lain. Tetapi proses hukum harus tetap jalan sebagai efek jera dan konsekuensi hukum. Lagi-lagi soal harkat dan martabat serta harga diri anak Maluku,” tegas Ruspanah.

Selain Ruspanah, masyarakat Kota Ambon dan Maluku, baik yang berdomisili di Ambon maupun luar daerah di penjuru Indonesia, ramai-ramai mengecam statement kontroversial Shafiq Pontoh itu terutama lewat Facebook, WhatsApp, IG maupun Twitter. Bahkan, ada yang langsung ke akun media sosial milik Shafiq untuk menghardiknya dan menuntut segera permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat Kota Ambon dan Maluku lewat stasiun TV yang sama, bukan melalui akun media sosial. Karena sudah terlanjur diketahui publik dan ini menyangkut nama baik serta harga diri orang Ambon dan Maluku umumnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed