by

Latuhalat & Soya Dapat Bantuan Sumur Bor Dari Pempus

AMBON,MRNews.com,- Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe dan Negeri Soya, Kecamatan Sirimau Kota Ambon menjadi dua negeri yang mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa sumur bor. Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler hadir menerima bantuan tersebut yang diserahkan Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral Batubara Kementerian ESDM, Sri Raharjo di Negeri Latuhalat, Jumat (1/2/19).

Selain Kota Ambon, Desa Widit Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru juga mendapat jatah bantuan sumur bor 1 unit, Desa Namasima, Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah 1 unit dan Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga 1 unit. Adapun bak penampungan air tersebut berkapasitas 5.000 liter, dimana setiap sumur bor mampu melayani 2.800 jiwa penduduk.

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Sri Raharjo mengaku, program penyediaan air bersih lewat pengeboran air tanah dalam sumur bor di Kementerian ESDM sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an. Dari data yang dimiliki, terhitung 2015 hingga 2018 sebanyak 2288 unit sumur bor sudah dibangun dengan kapasitas debit air bersih mencapai 144,4 juta m3 per tahun, untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa pada daerah sulit air bersih yang tersebar di 33 Provinsi dan 312 kabupaten.

“Sesuai data, secara keseluruhan sumur bor tahun 2016-2018 di Kota Ambon adalah sebanyak lima (5) unit, di Kabupaten Buru 1 unit, Maluku Tengah 1 unit dan Kabupaten SBB 1 unit sumur bor. Tersebar di Negeri Latuhalat dan Soya; Desa Widit, Kabupaten Buru; Desa Namasima, Kabupaten Maluku Tengah dan Desa Rumberu, Kabupaten SBB,” bebernya.

Sementara, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler usai menerima bantuan tersebut, memberikan apresiasi kepada Komisi VII DPR-RI dan Kementerian ESDM yang telah membantu masyarakat di Maluku dan khususnya bagi Kota Ambon. Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut, kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi.

“Diharapkan bantuan ini akan menjadi sesuatu yang patut disyukuri,dalam bentuk pemeliharaan sebagai tanggungjawab bersama demi kepentingan dan kelangsungan hidup masyarakat. Air yang sudah ada ini mesti dijaga atau kalesang secara baik sehingga awet dalam penggunaannya, serta berfungsi secara baik dalam jangka waktu yang panjang,” harap Hadler.

Hadir dalam penyerahan tersebut, Anggota Komisi VII DPR-RI, Mercy Barens, Kepala Seksi Pemantuan dan Pengendalian Konservasi Air, Raja Negeri Latuhalat, Pejabat Negeri Nusaniwe dan warga masyarakat Latuhalat serta Soya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed