AMBON,MRNews.com – Musibah ambruknya Jembatan Ohoi (Desa-red) Reyamru kecamatan Kei Besar Utara timur, Kabupaten Maluku Tenggara sejak Jumat (24/6) hingga kini, tak mendapat respon serius dari pihak bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Maluku.
Hal ini memicu kekesalan dari Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Maluku, Benhur Watubun.
Sebagai legislator asal Dapil Malra, dirinya mengaku kesal dengan ulah Bina Marga Maluku, yang hingga kini belum juga membangun jembatan darurat sebagai akses sementara penyebrangan masyarakat.
“Yang kita butuhkan, kepastian kapan rangka jembatan Belly, yang konon sudah dibongkar dari negeri lima, dikirim ke Malra. Apa mungkin biaya angkutan yang terlalu mahal, ataukah kendala kapal yang belum ada hingga kini,” tandas Watubun via sambungnya telepon, Sabtu (23/07).
Ia mengaku, beberapa waktu lalu sudah diklaim oleh PUPR Kabupaten Malra bahwa rangkanya dalam proses mobilisasi.
“Kok hingga kini belum kunjung sampai, ada apa,” tanya politisi PDI Perjuangan itu.
Akibat lambannya kinerja Bina Marga, hingga saat ini biaya penyebrangan melambung drastis mencapai 100 persen.
“Tolonglah punya rasa kemanusiaan untuk berusaha menyelesaikan jembatan tersebut, jangan lamban dalam menyikapi, ini kebutuhan urgent masyarakat. Fraksi PDI-Perjuangan akan tetap mengawal proses ini,” tegasnya.
Jembatan ini yang pertama ambruk di wilayah Maluku akibat cuaca ekstrem, jika menilik ke beberapa wilayah seperti di Kabupaten SBB dan SBT proses penanganan jembatan darurat secepat kilat.
Oleh sebab itu Watubun meminta konsistensi Bina Marga Maluku, untuk menyelesaikan permasalah tersebut. (MR-03)










Comment