AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, inovasi menjadi kunci dan sangat penting dilakukan guna menjaga ketahanan pangan lokal dalam upaya pemenuhan nilai gizi warga kota ini agar jadi generasi emas yang cerdas.
Penegasan itu disampaikannya saat membuka festival cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis pangan lokal dan lomba masak serba ikan untuk generasi emas tingkat kota, Selasa (26/9).
“Saya apresiasi kegiatan ini. Tapi harapannya tidak sekedar lomba selesai, tapi bisa dipasarkan, mengedukasi masyarakat lainnya di kota ini agar juga menciptakan beragam menu B2SA menuju visi besar Indonesia Emas pada 2045,” ujar Wattimena di Gedung Xaverius Ambon
Dikatakan, menuju Indonesia emas 2045 atau 100 tahun diharapkan Indonesia menjadi negara maju. Untuk itulah harus ditopang kualitas sumberdaya manusia (SDM). Sehingga ketersediaan makanan bergizi, seimbang dan aman sangat penting, apalagi berbasis pangan lokal.
Menurutnya, pangan lokal memegang peranan penting dalam upaya membangun ketahanan ekonomi suatu daerah. Dimana
ketergantungan terhadap beras sebetulnya tidak masalah karena bisa diganti dengan sagu, petatas dan umbi-umbian lain, namun dengan tetap ciptakan inovasi.

“Harus dilakukan inovasi untuk menjaga ketahanan pangan lokal, sekaligus demi menunjang pemenuhan nilai gizi yang sangat berdampak pada otak yang baik,
juga guna menekan angka stunting di kota ini,” tandasnya.
Lebih lanjut tambahnya, menciptakan menu B2SA harus menjadi komitmen bersama, dengan motor penggerak tim penggerak PKK, dinas perikan serta dinas pertanian dan ketahan pangan.
Diketahui, lomba masak serba ikan untuk generasi emas tingkat kota Ambon diikuti 7 peserta dari lima kecamatan. Sementara festival cipta menu B2SA diikuti 5 peserta.
Nantinya, pemenang dalam kedua lomba ini akan mewakili Kota Ambon pada event yang sama di tingkat Provinsi Maluku. (MR-02)











Comment