AMBON,MRNews.com,- Pasar murah yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau ekonomi lemah, namun lagi-lagi harus diterobosi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Jelas ASN memiliki gaji dan tunjangan lain yang mampu membeli bahan pangan di pasaran. Fakta itulah yang terjadi di “Gerakan Pangan Murah (GPM)” yang serentak dilakukan se-Indonesia termasuk di Kota Ambon, Senin (26/6).
Pantauan media ini, tak saja ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, namun ASN Pemprov Maluku dan instansi lain yang kantornya berdekatan dengan area lapangan Merdeka Ambon, lokasi GPM “nyelonong” ke pasar murah.
Bahkan ada diantara mereka pula yang belanja lebih dari satu jenis bahan atau menggunakan bantuan masyarakat membeli dan menunggu diluar area “GPM”.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena turut sesali masih adanya ASN yang ikut “nimbrung” berbelanja di kegiatan ini. Padahal telah jelas peruntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau ekonomi lemah yang punya kupon dan sudah ada larangan kemudian.
“Ini untuk masyarakat, makanya saya bilang ke Kadis (Indag), larang ASN berbelanja. Kita sediakan untuk masyarakat. Sebab kita menjaga stabilitas harga di pasar. Memang kalau untuk kebutuhan, semua orang butuh. Tapi kita prioritas warga kurang mampu maka kupon dibagi ke masyarakat,” ujarnya.

Sebabnya diharapkan Wattimena, “GPM” yang dilakukan secara nasional ini bisa menjaga dan mampu kendalikan harga barang di pasar kota Ambon, apalagi menjelang hari raya Idul Adha.
“Memang kita kesulitan ada di pasokan sayur-sayuran. Sebab itu saya minta ke Disperindag agar aktif koordinasi ke Pemda Maluku Tengah dan lainnya yang punya stok cukup. Kalau harga ikan makin stabil, karena kondisi makin baik,” tandasnya.
Soal anggaran dia menyebut, yang disubsidi dari pusat untuk “GPM” Rp 15 juta, sisanya dari BTT (Biaya Tak Terduga) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Tentu tak sampai disini, sebab operasi pasar dua Minggu sekali dilakukan demi stabilisasi harga pasar.
Gerakan Pangan Murah itu benar-benar diserbu masyarakat baik pemilik kupon maupun tidak. Tak tanggung-tanggung, sebagian besar “borong” demi kebutuhan sehari-hari. Pangan yang dominan diburu ialah beras, telur, minyak goreng dan gula.
Sebab kebutuhan disitu dijual dengan harga dibawah standar pasar tradisional dan modern seperti Beras 5kg seharga Rp 50 ribu, sayur Rp 5 ribu/ikat, telur Rp 50 ribu/rak, bawang merah dan putih 25 ribu/kg, minyak goreng Rp 13 ribu/kg, gula pasir Rp 10 ribu/kg, cabe Rp 5 ribu/cup.
“Beta beli beras 20 kg dan telur 2 rak sekali jalan. Karena disini murah, kalau di pasar atau swalayan, mahal. Semoga kegiatan ini tarus jalan, par bantu masyarakat susah. Danke par Pemkot Ambon lai,” ujar Hana, salah satu warga. (MR-02)











Comment