by

Korban Bentrok di STAIN Tagih Janji Pj Walikota & Ketua DPRD Ambon

AMBON,MRNews.com,- Korban bentrokan antara warga Kei dan Kailolo di kawasan STAIN Ambon yang terjadi beberapa waktu menagih janji Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisuta.

Pasalnya hampir sepekan pasca kejadian ini, belum ada realisasi atas janji keduanya kepada para korban untuk mengganti rugi.

“Penjabat Walikota dinilai memberi janji palsu kepada para korban bentrok. Sebab sampai hari ini tidak ada keterangan jelas dari pemerintah terkait skema ganti rugi kepada korban bentrok di STAIN Ambon,” tandas Rizal Taufik Serang, salah satu korban yang cafenya dibakar oknum tidak bertanggungjawab.

Rizal yang juga Anggota Ansor Kota Ambon yang waktu itu juga mengikuti pertemuan mediasi di salah satu kafe di kawasan STAIN menilai pernyataan Penjabat Walikota baik di pertemuan tersebut maupun di beberapa media harus segera direalisasikan sebagai bentuk tanggungjawab moril pemerintah.

“Kasihan saya punya dua anak masih kecil dan hanya penghasilan dari kafe kecil itu saya bisa menghidupi dan menafkahi anak istri saya. Ini sudah hampir seminggu saya tidak mencari, bagaimana nasib anak dan istri saya,” terangnya dalam siaran pers, Rabu (16/11).

Diakui Rizal, dirinya adalah korban yang ikut mendamaikan konflik saat itu. Namun bila tidak ada kepastian dari pemerintah maupun Ketua DPRD untuk menepati janji ganti rugi, maka dirinya akan meminta bantu teman-teman OKP baik di Kota Ambon maupun di Provinsi untuk bersikap dan menyuarakan permasalahan ini.

“Saya sudah mencoba tenangkan diri dan keluarga demi kedamaian di lingkungan STAIN tapi kalau pemerintah masih diam dengan persoalan ini maka saya akan bersilaturahmi juga dengan keluarga besar saya di Ambon untuk membantu menindak lanjuti persoalan ini,” tegasnya.

“Kenapa saya bersikap begini, kasian ini persoalan ekonomi keluarga saya. Jadi kalau penanganannya masih lambat seperti ini maka saya harus bersikap karena ini tanggungjawab saya sebagai kepala keluarga,” ingatnya.

Sementara, Hamid Fakaubun, salah satu Pemuda Kei juga harapkan keseriusan dari pemerintah maupun legislatif untuk menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan damai yang diinisiasi Penjabat Walikota tersebut.

Diakui, salah langkah tepat meminimalisir konflik selain pertemuan mediasi antara tokoh Kei maupun Kailolo, tapi juga untuk mengkondusifkan suasana adalah pemerintah harus secepatnya mengganti kerugian yang dialami warga baik rumah yang terbakar maupun cafe dan pangkalan ojek.

“Itu tempat mata pencaharian untuk menafkahi kelurga mereka. Jadi kalau pemerintah lambat dan hanya memberikan janji manis, itu sangat melukai hati warga yang terkena dampak konflik disana,” jelasnya.

Karenanya, advokat muda ini berharap,
Penjabat Walikota dan Ketua DPRD mendengar dan segera menindak lanjuti persoalan ini.

“Jangan sampai hanya membuat janji manis di pertemuan untuk meredam emosi kami tapi setelah itu hilang dan tidak ada tanggungjawab dan realisasi dari janji-janji tersebut,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed