by

Kontroversi Akhir Tahun, Gubernur Murad Sebut Pendemo “Tikus Kalapa”

-Maluku-1,310 views

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku Murad Ismail sepertinya tak bosan-bosan mengeluarkan narasi yang memicu kontroversi, setelah beberapa waktu lalu mengeluarkan makian yang kemudian viral.

Kali ini, mendekati penghujung tahun, orang nomor satu di Maluku itu kembali menyebut para pendemo dengan sebutan “tikus-tikus kalapa”.

Ungkapan itu diucap mantan Kapolda Maluku di depan wartawan se-Maluku yang mengikuti Konferensi Luar Biasa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku di Hotel Manise-Ambon, Rabu (28/12/22).

Selain para wartawan dari 11 Kabupaten/Kota, hadir pula Ketua PWI Pusat Atal Depari, Forkopimda Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Penjabat Walikota Ambon ikut menyaksikan “beragam” statement kontoversi keluar dari mulut Murad.

“Di Indonesia ini seng ada yang barani tantang pendemo par bakalai, hanya Gubernur Maluku,” akuinya.

Dia mengaku, kebiasaan “bakalai” itu sudah sedari kecil. Dimana jika seminggu tidak “bakalai” kepalanya terasa sakit. Maka kalau ada yang ajak “bakalai” itu bagus.

“Kalau saya dari kecil itu bakalai saja. Satu Minggu itu kalau ndah bakalai itu kepala sakit. Maka sudah jadi Gubernur, mantan Dankor Brimob masa takut sama Tikus-tikus kalapa ini,” jelasnya.

Dirinya katakan, tidak terima jika ketika didemo masih saja diajak “bakalai” oleh Pendemo. Padahal dia seorang Gubernur dan mantan Dankor Brimob Polri.

“Ini sudah jadi Dankor Brimob, Gubernur masih saja di demo, terus diajak bakalai. Saya nggak marah, kalau ada yang teriak woe Gubernur, nggak marah saya. Malah bagus bos. Biar yang lain juga bisa tahu Gubernur ini kabel talanjang juga,” ujarnya.

Selain itu soroti “pendemo”, Murad juga secara terang-terangan menyebut Pemuda Pancasila (PP) jangan jadi organisasi yang sok-sok jago, karena baru terbentuk lagi di Maluku setelah vakum cukup lama.

“Waktu Bambang Soesatyo (Ketua MPR-RI) datang ke Maluku beberapa waktu lalu, saya bilang bagusnya Pemuda Pancasila di Maluku itu kerjanya untuk bantu masyarakat. Kerjasama dengan pemerintah mari kita bantu masyarakat,” jelasnya.

“Jangan sok-sok jago. Kalau sok-sok jago, ini orang Ambon samua kabel talanjang. Jadi semua jago-jago di Jakarta pulang sampe di Maluku jadi anak kecil lagi,” sebut Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku itu.

Ditambahkan, wartawan-wartawan ini jangan jauh-jauh sama dirinya selaku Gubernur. Apabila jauh-jauh mukanya jauh lagi. Sebab apa saja yang dilaksanakan di Maluku, akan disupport penuh.

“Memang ada satu dua orang yang beritanya itu, judulnya beda-beda tapi isinya sama. Wartawan kita di Maluku ini mau pung mau, hal banya. Hal banya, mau pung mau,” ucapnya.

Menurut Murad, wartawan di Maluku ini harus banyak dibuat seminar-seminar bagi mereka agar dirubah mindset dan cara berpikir. Kalau tidak diubah mindset, Maluku nggak akan Maju.

Diketahui, pasca konferensi PWI Maluku dibuka, sidang berjalan alot dan memanas hingga sore. Puncaknya, sidang harus diskors hingga 45 hari kedepan lantaran masih ada masalah di kepesertaan. (MR-02/03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed