by

Konferda-Konfercab PDIP Maluku Ricuh, DPP Diprotes PAC

-Politik-1,432 views

AMBON,MRNews.com,- Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Maluku yang terlaksana di Baileo Siwalima, Karpan, Senin (1/7/19) berlangsung ricuh. Keputusan DPP PDIP tentang penetapan ketua, sekretaris dan bendahara DPC PDIP Kota Ambon oleh Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan Sekjen Hasto Kristianto diprotes pengurus demisioner DPC dan pimpinan pengurus anak cabang (PAC) se-Kota Ambon.

Pantauan media ini, protes terjadi usai ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira membacakan seluruh SK pimpinan DPC yang telah ditetapkan dan mengetuk palu skors. Tiba-tiba ada interupsi dari beberapa pengurus DPC kota Ambon demisioner dan pimpinan PAC, yang kemudian diikuti dengan mereka naik ke panggung utama dan langsung memprotes keputusan ketua umum dan Sekjen ke Pareira yang mana menetapkan Gerald Mailoa, Wenly Thenu dan Ira Nikijuluw sebagai ketua, sekretaris dan bendahara DPC PDIP Kota Ambon.

“Nama-nama yang diputuskan DPP tidak sesuai dengan apa yang kita usulkan dari bawah, PAC dan DPC. Kecuali Wenly Thenu. Kita protes. Masa orang yang belum jadi kader selama 15 tahun pada tiap tingkatan, bisa jadi ketua DPC. Ini tidak masuk akal, meski DPP punya hak mutlak. DPD juga harus bertanggungjawab. Ada konspirasi apa. Kita yang berdarah-darah, berjuang bagi partai ini, koq sama sekali usulan kita tidak diperhatikan. Malah mengambil orang yang tidak diusulkan,” teriak mereka, geram.

Aksi banting kursi pun tak terelakan dilakukan para kader itu. Pareira kemudian digiring masuk ke ruang VIP oleh sekretaris DPD PDIP, Lucky Wattimury untuk menetralisir suasana agar tidak panas terlalu berlebihan. Beberapa pengurus DPD diantaranya ketua DPD Edwin Huwae, Lucky Wattimury berupaya menenangkan para kader yang memprotes itu. Konferda-Konfercab pun diskors hingga selesai penyusunan formatur dan sholat magrib.

Pengurus DPC PDIP Kota Ambon demisioner, Lenda R Sapulette kepada awak media mengaku, kekecewaan dan kekesalan dari DPC dan PAC karena terkait dengan rekrutmen ketua DPC PDIP kota Ambon periode 2019-2024 oleh ketua umum Megawati Soekarnoputri. Karena ketua yang ditetapkan namanya tidak diakomodir atau diusulkan PAC dan DPC. Apalagi belum mengabdi lama di partai, sementara yang lain sudah puluhan tahun.

“Kami menolak keputusan itu. Lagipula dia belum menduduki jabatan sebagai pengurus PDIP selama 15 tahun berjenjang. Kami akan rencana buat mosi tidak percaya kepada DPD karena ada kedekatan pribadi ketua DPD Edwin Huwae dengan Mailoa. Dugaan kita, dia dilindungi Huwae untuk merebut ketua DPC. Padahal kita tidak usulkan. Kontribusi dia pun pada partai tidak ada. Selama menduduki kursi DPRD kota Ambon juga, dia tidak pernah buat satu kali reses pun dengan kader yang ada di Dapilnya, kecamatan Nusaniwe,” kesal Sapulette.

Ditanya soal kekecewaan dan tudingan dari sejumlah mantan pengurus DPC dan PAC, Gerald Mailoa enggan berkomentar. “Soal itu saya no comment,” singkat anggota DPRD kota Ambon itu. Tak hanya Gerald, ketua DPD Edwin Huwae pun ogah menanggapi kekesalan dan tudingan dari DPC-PAC kota Ambon lebih jauh. “Kita tidak ingin komentari jauh. Konferda-Konfercab pun belum selesai, semua keputusan di DPP, ibu ketua umum,” tandas ketua DPRD Maluku itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed