by

Kolaborasi Turunkan Stunting, Walikota Minta Jangan Gagal Fokus

AMBON,MRNews.com,- Tahun 2023 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dibawah komando Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse sebagai Ketua Tim, benar-benar gencar melakukan berbagai langkah untuk percepatan penurunan stunting.

Kolaborasi dan sinergitas pun dimasifkan, salah satunya melalui rapat koordinasi (Rakor) seluruh pemangku kepentingan di kota ini, Kamis (16/3) yang diikuti pemberian bantuan makanan tambahan kepada anak-anak penderita stunting.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, intervensi gizi sensitif miliki kontribusi lebih besar 70 persen dalam upaya penurunan stunting jika dibanding dengan intervensi gizi spesifik.

“Berbagai program selama ini sudah dilaksanakan pemerintah pusat sampai ke tingkat daerah termasuk di Kota Ambon,” jelasnya di salah satu hotel di Kota Ambon.

Namun, segala upaya itu sampai saat ini walau memang sudah ada trend penurunan tetapi belum terjadi secara signifikan. Sebab itu butuh sinergi, kolaborasi secara nyata untuk menyelesaikan persoalan stunting ini, dengan 12 locus stunting yang telah ditetapkan.

“Rapat koordinasi ini menjadi wadah bagi kita bersama untuk minimal bisa samakan persepsi, lalu merumuskan langkah-langkah konkrit penanganan stunting di Kota Ambon supaya pada waktunya angka stunting di Kota Ambon ini bisa berkurang,” jelasnya saat membuka Rakor percepatan penurunan stunting.

Memang dalam margin yang kecil, Ambon terjadi penurunan angka stunting sebesar 0,7 persen dari 21,8 persen menjadi 21,1 persen di 2022.

Dibanding kabupaten/kota lain di Maluku terjadi peningkatan tetapi alami penurunan rata-rata ada di 2 persen ke atas. Artinya, kabupaten/kota lain turun sebesar itu berarti intervensi gizi spesifik & sensitif yang mereka lakukan lebih baik.

Padahal wilayah administrasi Kota Ambon lebih kecil dibanding kabupaten kota lain yang secara geografis sulit, banyak pulau. Ambon pun memiliki sarana prasarana yang memadai, sumber daya manusia cukup, aksesibilitas mudah terjangkau.

“Data ini penting supaya dari situ kita belajar, bergerak mengetahui kondisi kita hari ini. Di bagian mana yang sakit supaya diberikan obat tepat. Jangan sampai sakit flu, kasih obat lain. Kita harus mampu identifikasi secara baik, jangan sampai salah dalam intervensi,” tegasnya.

Sejak awal tambah dia, sudah disampaikan kepada seluruh pimpinan OPD bahwa fokus pemerintah kota ada pada arah dan kebijakan yang sama dengan pemerintah pusat. Baik dalam penurunan stunting maupun menekan laju inflasi.

“Kita harus ada dalam barisan yang sama. Supaya jangan kita gagal fokus. Sebab menurunkan stunting menjadi hal penting bagi kita. Saya menaruh harapan besar bagi DPPKB dan dinas Kesehatan sebagai leading sektor supaya bisa berkolaborasi, bersinergi turunkan stunting,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed