AMBON,MRNews.com,- Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) dari lima kecamatan yang ada di Kota Ambon akan dilatih selama dua (2) hari tentang manajemen organisasi siaga bencana banjir dan tanah longsor.
Diketahui, KMSB adalah suatu bentuk komunitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas masyarakat.
Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse katakan, bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di berbagai wilayah di Kota Ambon tidak hanya merusak wilayah pemukiman saja mengganggu aktivitas masyarakat dan sistem ekonomi daerah-daerah yang terkena dampaknya.
Maka diperlukan suatu strategi penanganan dengan pendekatan yang tepat, guna meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh daya rusak air.
“Untuk menjawab kebutuhan diatas, pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, menjadi suatu pendekatan yang dianggap tepat untuk dilaksanakan dalam program FMSRB, mengingat masyarakat adalah pihak-pihak yang paling rentan saat terjadi banjir,” jelasnya.

Karena itu peran serta masyarakat dalam mitigasi banjir dan tanah longsor menjadi penting dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.
“Disadari kemampuan masyarakat dalam mitigasi bencana banjir dan longsor masih relatif lemah. Maka melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan kemampuan masyarakat semakin meningkat,” tandas Sekkot saat membuka pelatihan tersebut di Manise Hotel Ambon, Kamis (31/3).
Sekretaris BPBD Kota Ambon Eva Tuhumury yang juga Ketua Pelaksana pelatihan katakan, KMSB akan mendapat pelatihan manajemen organisasi selama dua hari oleh
Konsultan CS 06 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bina Bangda)
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof Owin Djamasy Djamaludin, M.Si, M.Hum, Ph.D.
Dirjen Bina Bangda Kemendagri selaku pembina penyelenggaraan pemerintahan daerah berkomitmen untuk mendukung kegiatan pelatihan seperti ini karena sangat penting dan strategis, guna melatih masyarakat dalam mitigasi bencana longsor dan banjir.
“Flood Management In Selected River Basin (FMSRB) terkait pengelolaan resiko banjir di daerah. 2022 jadi tahun terakhir program tersebut dan itu berimplikasi pada KMSB untuk tetap mempercayakan kelompoknya dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilaya masing-masing,” tukasnya.
“Dengan pendampingan yang dilakukan Desa/Negeri/Kelurahan sehingga keberlanjutan pengelolaan risiko banjir dan longsor di lima wilayah sungai di pusat Kota Ambon terus ditingkatkan,” pungkasnya. (MR-02)










Comment