AMBON,MRNews.com,- Enam (6) hari pasca bencana sosial kebakaran di kawasan Lorong Tahu dan Mangga Mardika Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Kota Ambon yang menelan dua korban jiwa dan satu korban luka, memantik perhatian Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Kementerian yang dipimpin Tri Rismaharini itu pun terjun ke Kota Ambon untuk memberi santunan bagi korban meninggal dan luka bakar serta penyaluran bantuan sosial (Bansos) dan pendidikan, Kamis (15/12).
Bantuan diserahkan Kooordinator/Kasubdit penanganan korban bencana sosial politik Direkorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam Kemensos, Yustina.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berterima kasih kepada Kemensos yang telah cepat merespon permohonan bantuan untuk warga kota yang terdampak bencana kebakaran.
Bantuan tersebut berupa tenda 10 unit, terpal 50 lembar, makanan siap saji 1000 paket, makanan anak 400 paket, selimut 100 lembar, kasur 100 lembar, family kit 100 paket, Pampers bayi 50 paket dan sandang bayi 100 paket.
Kemudian pakaian dewasa 500 paket, pakaian anak 300 paket, pakaian dalam 400 lembar, daster 300 lembar, mainan edukasi anak 300 paket, tas sekolah 500 paket, perlengkapan sekolah 500 paket, sepatu dan kaos kaki 500 paket, seragam sekolah SD 300 paket, SMP 200 paket dan SMA 100 paket.
“Hari ini juga diberikan santunan kepada korban meninggal dua orang yang diterima ahli waris masing-masing Rp 15 juta dan satu korban luka bakar Rp 5 juta,” terang Wattimena di lokasi kebakaran.
Selain itu juga kata dia, diberikan bantuan dari Kemensos kepada semua kepala keluarga pengungsi berupa peralatan ibadah, sembako dan bantuan lainnya.
“Bantuan ini bagi Pemkot dan warga sangat berharga ditengah kebutuhan pengungsi. Semoga bantuan ini minimal meringankan beban psikologi dari semua pengungsi baik orang tua maupun anak-anak. Mereka tidak sendiri alami, tapi ada kita semua yang peduli,” ujarnya.
Wattimena lantas sadari hampir seminggu bencana ini terjadi, Pemkot belum maksimal untuk memberikan pelayanan kepada para korban dampak kebakaran. Tapi yakinlah bahwa pemerintah tidak diam dan berupaya lakukan yang terbaik.
Diketahui, bencana kebakaran tersebut membuat dua warga meninggal dunia, La Masiru (39) dan Ever Masela (38).
Adapun satu warga, Ichal (28) luka bakar dan dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tantui-Ambon. 851 jiwa mengungsi, 137 rumah dan 151 kamar kos terbakar, sisanya lapak jualan. (MR-02)









Comment