by

Kecabjari Wonreli Ditantang Tetapkan Tersangka ADD Kokwari

AMBON,MRnews.com-Kejaksaan Negeri Tual Cabang Wonreli (Kecabjari) diuji dalam menangani perkara dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Kokwari,Kecamatan Babar Timur Kabupaten MBD,Tahun 2015,2016 dan 2017 yang diduga dilakoni Kepala Desa Kokwari inisial YR bersama bendahara Desa inisial BE.

Informasi yang dihimpun media ini perkara penyalahgunaan ADD yang menghabisi dana miliaran tersebut beberapa pekan terakhir penyidik Kejabjari Wonreli telah menggiring dua oknum (Kades dan Bendahara) ke meja penyidik Kejabjari di Wonreli untuk dimintai keterangan namun hingga kini hasil dari pemeriksaan dimasud belum ada progres signifikan yang dilakukan penyidik.padahal saat pemeriksan,perangkat desa di Kokwari langsung menyodorkan bukti-bukti melalui LPJ Desa ke tangan Jaksa.

Ketua Bidang Hukum,Himpunan Mahasiswa Kecamatan Babar Timur,Baltazar D Unulula dalam rilisnya kepada media ini mengatakan,Kecabjari Wonreli sepertinya tidak serius dalam penanganan dugaan perkara penyalahgunaan ADD di Desa Kokwari.padahal laporan kasus ini sudah dilaporkan bertahun-tahun dan berulangkali ke Jaksa Wonreli.

“Saya mintakan Kecabjari tolong serius dan serius tangani kasus ini.jangan membuat masyarakat kami kecewa dengan proses ini.masa sudah bertahun-tahun kasus ini mengendap terus.mana itu visi dan misi korps Adyaksa itu,”Cetus Unulula kepada Mimbar Rakyat,Selasa (27/2) petang.

Unulula menjelaskan jika memang belum ada langkah signifikan dari jaksa maka dipastikan dalam waktu dekat masyarakat Desa Kokwari akan turun ke Kisar-Wonreli untuk langsung melakukan unjuk rasa di kantor Kecabjari Wonreli.

“Jaksa jangan main-main lah?kan simpel saja.kalau jaksa sudah memiliki bukti-bukti yang valid terkait hasil sidik itu dan juga kalau sudah memenuhi syarat tetapkan seseorang jadi tersangka.langsung segera gelar perkara untuk tetapkan lah.jangan membuat rakyat bimbang dengan proses ini,”Imbuh Aktivis GMNI Cabang Ambon ini.

Dia melanjutkan,Beberapa pekan kemarin setelah Bendahara dan Kades selepas pemeriksaan di Jaksa penyidik, masyarakat dan pemuda sempat menghadap jaksa untuk meminta jaksa turun langsung ke TKP,tapi hingga kini belum ada langkah itu.makanya Jaksa membuat rakyat seakan-akan bingung.

“Katanya sudah disepakati kalau penyidik akan turun ke Desa Kokwari,tapi mana buktinya.saya tidak mau ini ada kospirasi antara orang tertentu.jangan sampai hal ini tercium.kalau terbukti saya akan tuntut dan lapor kasus ini ke Kejaksaan Agung RI,dan aparat hukum yang berwenang untuk diproses,”jelas Unulula.

Pemuda yang biasa disapa Dany ini menambahkan,ADD yang seharusnya dikelola secara baik sehingga bermanfaat bagi pembangunan Desa.tapi entah mengapa dicuri oleh oknum-oknum yang tidak tahu malu itu.pada akhirnya Desa Kokwari masih membutuhkan pembangunan infastruktur dari tahun-tahun kemarin hingga kini.

“Kami pemuda dan mahasiswa Desa Kokwari akan tetap kawal terus proses penyidikan yang berjalan.kami tidak ingin kasus ini sengaja digiring keranah keluarga atau berujung perdamaian.tapi saya minta kasus ini tetap jaksa gunakan asas objektifitasnya sehingga bisa tuntas,dan sekali lagi kami tetap turun demo kalau jaksa belum turun ke Kokwari melihat hal ini,Pungkasnya.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed