by

Kasus Naik Signifikan, RS Lapangan Kota Ambon Dibuka Lagi ?

AMBON,MRNews.com,- Hingga saat ini, Selasa (1/2/22), kasus positif Covid-19 di Kota Ambon telah mencapai 133 kasus. Naiknya begitu signifikan. Padahal pekan lalu hanya terdapat satu (1) kasus.

Naiknya kasus, tentu akan berdampak pada fasilitas kesehatan (Faskes) yang harus tersedia. Sementara kemungkinan akan dibukanya lagi Rumah Sakit (RS) lapangan yang telah ditutup, akan sangat tergantung pada ketidakmampuan RS utama menampung pasien yang membludak.

“Mengenai RS lapngan yah nanti kita lihat kalau kondisi Covid-19 bagaimana,” tandas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada media ini via seluler, Selasa (1/2/2022).

Dirinya berharap, dalam upaya dan kerja yang sementara dilakukan baik gencaran vaksinasi, edukasi protokol kesehatan (Prokes) maupun Rapid Antigen serempak di sekolah, penyebaran kasus Covid-19 yang lagi naik bisa ditekan.

“Kita berharap kasus penyebarannya bisa ditekan. Karena itu kenapa lebih cepat kita bergerak dengan Rapid Antigen bagi guru dan siswa yang sekolah jalankan PTM, agar kita bisa menekan penularan kasus. Jangan sampai kejadian di Juli-Agustus itu lagi, sangat membebani,” terangnya.

Upaya lain tentu sambungnya, selain tracing, tracking dan treatment, Walikota juga sudah instruksi agar lebih efektifkan lagi fungsi Satgas. Efektifkannya dalam bentuk apa, akan nanti dikoordinasi internal Satgas.

“Salah satunya yah pintu-pintu masuk tetap diawasi dari pelaku perjalanan, mendeteksi agar tidak berkontak atau interaksi dengan orang lain ketika datang dari daerah lain yang zonanya lebih berbahaya,” akunya.

Dampak naiknya kasus tambahnya, Kota Ambon harus turun ke zona kuning dari sebelumnya cukup lama di zona hijau. Dimana pasien terkonfirmasi banyak didapat ketika tracing kepada orang-orang yang lakukan kontak-kontak erat.

“Kontak erat itu ada ketika dari luar daerah dan ada yang penularan lokal. Jadi pelaku perjalanan, kita periksa ketika mereka berkontrak erat, itu yang kita ambil dan hasilnya ternyata positif sesuai tes Swab PCR,” tandas Pelupessy.

Pasien terkonfirmasi positif itu sebut Wendy, ada 8 orang yang dirawat di rumah sakit. Sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Sebab jika tidak bergejala, tetap isolasi mandiri. Kecuali bergejala sedang hingga berat baru bisa dirawat di rumah sakit sesuai petunjuk teknis (Juknis),” pungkas Pelupessy. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed