by

Kartapel U-17 600 Siswa SMA Diserahkan Walikota

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy secara resmi menyerahkan Kartu Tanda Penduduk-Elektronik khusus untuk usia 17 tahun (Kartapel-U17) untuk 600 siswa-siswi SMA di Kota Ambon yang usianya telah mencukupi sesuai ketentuan undang-undang yaitu 17 tahun. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Walikota kepada sejumlah siswa di halaman belakang Balaikota Ambon, Selasa (22/1/19), disaksikan Wakil Walikota Syarif Hadler, Sekretaris Kota A.G Latuheru, pimpinan OPD dan ASN lingkup Pemerintah Kota Ambon.

Dalam kesempatan itu, Walikota katakan, penyerahan secara simbolis E-KTP bagi anak-anak SMA yang betul-betul telah menjadi dewasa secara hukum terhitung sejak usia 17 tahun. Karena E-KTP sebagai administrasi kependudukan warga negara yang diperoleh setiap orang yang usianya telah mencapai batas aturan dewasa dan wajib mendapatkan haknya.

“Kita baru saja saksikan penyerahan secara sombolis KTP bagi anak-anak SMA yang telah menjadi dewasa secara hukum, terhitung sejak usia 17 tahun. Kurang lebih ada 600 yang betul-betul oleh pemerintah diberi legitimasi sebagai anak-anak masa depan Indonesia yang matang dan dewasa serta dapat mempersiapkan diri melaksanakan hak dan kewajibannya selaku warga negara,” ujar Walikota.

Menurutnya, KTP ini adalah salah satu capaian dari program Disdukcapil kota Ambon yakni Kartu Tanda Penduduk Elektronik khusus untuk usia 17 tahun (Kartapel U-17). “Ini salah satu bagian dari program Disdukcapil yang beberapa waktu lalu melakukan kegiatan jemput bola, sehingga tindaklanjutnya dengan membagikan KTP ini kepada siswa. Secara pribadi saya sangat bangga dengan prestasi ini. Harapannya, apa yang sudah diraih ini bisa jadi acuan untuk bekerja semakin lebih baik lagi,” terang Louhenapessy.

Pasalnya, kata dia, ada 32 sekolah yang secara hukum, siswa-siswinya sudah harus berhak memperoleh KTP. Dimana, Kota Ambon merupakan kota tertinggi se- Maluku dalam hal kepemilikkan KTP, yang tercatat sebesanyak 94 persen penduduk di Ambon sudah memiliki KTP. “Total kurang lebih 5000 penduduk di Kota Ambon belum memiliki KTP, termasuk diantaranya ada 12 sekolah. Sehingga perlu disikapi Disdukcapil. Harapannya, siswa-siswi yang telah memperoleh KTP dapat diperuntukan dengan baik sesuai kegunaannya,” harap Walikota.

Sementara itu, Kepala Disudukcapil Kota Ambon Selly Haurissa kepada wartawan mengakui, jika ada 12 sekolah yang siswa-siswinya belum memiliki KTP. Namun, 12 sekolah tersebut tetap akan diproses oleh Disdukcapil, dan dipastikan dalam bulan ini akan diselesaikan. Sehingga sebelum proses pemilihan umum 17 April mendatang seluruh siswa sekolah dapat mempergunakan hak suara secara benar. “Iya, ada 12 sekolah, tidak diketahui secara pasti berapa jumlahnya. Yang pasti seluruh siswa SMA sederajat yang adalah pemilih pemula dapat memperoleh KTP sebelum pemilu nanti,” akui Haurissa.

Pada kesempatan yang sama juga, diserahkan piagam penghargaan dari Ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku kepada 12 OPD Pemkot Ambon kategori tingkat kewajaran pelayanan publik di Provinsi Maluku. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed