by

Kapolda: Pemimpin Hebat Bukan Mencari Pengikut, Tapi Bisa Lahirkan Calon Pemimpin

AMBON,MRNews.com,- Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif meminta sebagai personel TNI dan Polri untuk harus memiliki jiwa nasionalis yang kuat sehingga bisa menyelesaikan permasalahan konflik yang terjadi di wilayah Maluku.

Permintaan itu disampaikan Kapolda saat
menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Kodam XVI/Pattimura di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaya, Kota Ambon, Senin (27/2).

Setiap ada persoalan, akui Lotharia, dirinya bersama Panglima selalu merespon dengan cepat. Hal itu dilakukan agar masalah itu tidak naik ke permukaan, sehingga tidak memunculkan persoalan baru.

Polda Maluku saat ini tambahnya, mempunyai program Basudara Manise. Tujuannya untuk menciptakan Maluku yang aman, damai dan sejahtera.

“Saat ini di daerah lain sudah maju tinggalkan kita yang masih mengurusi masalah pertikaian dan bentrok antar warga. Sehingga saya sangat berharap kita semua bisa berkolaborasi dalam menjaga Maluku ini,” harapnya.

Dikatakan, Polda Maluku tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan rekan-rekan Kodam Pattimura yang sangat cepat membantu. Karena itu pihaknya sangat berterima kasih kepada Panglima dan seluruh jajaran.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi Rapim ini, yang mana kita semua bisa berkumpul untuk kita bisa bersinergi menyatukan persepsi kita dalam menjaga Maluku yang kita cintai ini,” katanya.

Irjen Latif mengaku soliditas yang sudah terjalin selama ini antara Kodam Pattimura dan Polda Maluku semakin kuat. Hal ini karena adanya para pimpinan yang hebat.

“Saya lihat ini ada para pemimpin hebat, para Danyon, Komandan Kodim, Asisten Kodam dan seluruh perwira. Seorang pemimpin yang hebat bukan pemimpin yang hanya mencari pengikut atau anak buah saja tapi pemimpin hebat itu adalah pemimpin yang bisa melahirkan bakal calon pemimpin baru yang hebat,” katanya.

Selain itu, Irjen Latif juga mengajak para Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar dapat bersinergi untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan Stunting di wilayah Maluku.

TNI-Polri akuinya, sudah sejak lama mendukung program pemerintah. Mulai dari sosialisasi cara pemakaian alat kontrasepsi, penggunaan pil KB, hingga penanganan masalah covid-19. Termasuk penyaluran vaksinasi covid-19 bersama unsur terkait.

“Sehingga saya rasa hal seperti ini bukan barang baru lagi. Maka itu apa yang menjadi program pemerintah harus kita bantu dan dukung,” harapnya didampingi Karo Operasi, Kombes Pol Asep Saepudin dan Kabid Humas Kombes Pol M Rum Ohoirat.

TNI dan Polri, tambah dia, sudah merupakan keluarga besar. Hal ini tidak perlu ada tawar menawar. Banyak anggota Kodam yang istrinya Polisi, atau sebaliknya. Ada juga yang orang tuanya Polisi, dan anaknya menjadi personel Angkatan Darat, Laut, maupun Udara.

Maka dirinya meminta personil TNI dan Polri untuk harus saling menjaga dan merangkul. Karena, diluar sana banyak yang menunggu momen TNI dan Polri bertengkar, apalagi sampai terlibat bentrok fisik.

“Apabila TNI dan Polri terlibat bentrok pasti akan diviralkan sehingga pada akhirnya nanti Kapolda dan Pangdam akan dinilai lemah dalam pembinaan anggota,” jelasnya.

Tak lupa, mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu berpesan ke seluruh personel TNI dan Polri di Maluku, agar dapat bersikap netral pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

Ditegaskan, TNI Polri harus netral karena jadi garda terdepan dan alat negara yang profesional. Maka dedikasi, loyalitas dan integritas TNI Polri harus dijaga dalam mengawal Pemilu.

“Dengan begitu semuanya nanti bisa berjalan dengan lancar dan aman dan Maluku bisa maju dan sejahtera,” pinta Jenderal Bintang Dua itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed