NAMLEA, MRNews.- Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa beserta rombongan mengunjungi Namlea, Ibukota Kabupaten Buru.
Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan tatap muka sekaligus melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat di Dua Kabupaten yaitu Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan baik itu, tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat lainnya yang berlangsung di Aula Mapolres Pulau Buru. Selain menghadirkan Tokoh agama, Adat dan tokoh Masyarakat lainnya di Dua Kabupaten juga, kegitan itu di hadiri Bupati dan Wakil Buru, Ramly Ibrahim Umasugi- Amustofa Besa,Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan yang diwakili Jajaran OPD Bursel, DPRD, Kajari Namlea beserta staf, Dandim 1506/Namlea beserta jajaran, Kapolres dan Wakapolres beserta jajaran.
Kedatangan Kapolda Maluku Senin (8/10) usai mertatap muka dengan tokoh Masyarakat di Daerah, Kapolres dan rombongan akan mengunjungi lokasi tambang emas Gunung Botak menggunakan jalur laut dan menumpangi Spead Boat dari Namlea menuju Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely Kabupaten Buru.
Kedatangan orang nomor Satu di jajaran Kepolisian Polda Maluku itu, guna melihat lngsung lokasi tambang emas Gunung Botak(GB). Seperti diketahui lokasi GB sudah tercemar zat berbaya yang mengakibatkan tanaman dan Hewan masyarakat menjadi lumpuh/Mati.
Kapolda saat bertatap muka dengan tokoh masyarakat Pulau Buru berjanji akan tegas dalam penanganan Gunung Botak. ” Pengusaha tambang maupun Penambang lainnya yang tidak punya izin resmi,sebaiknya lokasi tersebut segera ditutup” ujar Kapolda .
Ditambahkan, bila ada Perusahan sudah mengantongi izin dan tidak masukan inkam untuk daerah maka akan dikaji kembali, sehingga kabupaten ini bisa menghasilkan inkam dari pengusaha tersebut dan dapat memperhitungkan pembuangan limbah pada tempatnya. (MK-06).









Comment