AMBON,MRNews.com,- Sejumlah pesan penting disampaikan Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada 8 Kepala Desa (Kades) dan 1 Raja yang baru dilantik, salah satunya terkait pentingnya lakukan inovasi di Desa/Negeri.
“Saya harap, harus jadi Kades yang inovatif. Sebab masalah serius dalam waktu dekat, pelayanan publik harus beralih ke sistem digitalisasi. Tidak lagi sistem konvensional dengan mesin ketik,” pinta Louhenapessy usai pelantikan di Pattimura Park, Rabu (20/4).
Untuk mendukung proses digitalisasi dan Inovatif, Louhenapessy sarankan agar Kades dapat memberdayakan potensi anak muda untuk ambil alih pengelolaan IT agar pelayanan di desa semakin inovatif bisa terwujud.
Selain pentingnya lakukan inovasi, politisi Golkar itu meminta Kades dan Raja agar transparan dalam mengelola dan memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah ke Desa/Negeri.
“Lakukan ADD dan DD dengan transparan. Hindari kemungkinan adanya kebocoran anggaran. Sebab biasanya kepercayaan masyarakat hilang karena ada kecurigaan, ketidak percayaan terhadap pengelolaan keuangan,” ingatnya.
Tak hanya dua pesan itu, Louhenapessy juga minta Kades segera lakukan konsolidasi kebersamaan dan eratkan kembali masyarakat yang dipimpin. Sebab Kades itu pelayan masyarakat, bukan pelayan keluarga, tim sukses dan kelompok.
“Tidak boleh beda-bedakan. Sebab
Kades harus jadi figur sentral di Desa/Negeri,” harap Walikota Ambon dua periode itu.
Khusus Raja Negeri Hative Kecil, Walikota minta selesaikan pekerjaan rumah (PR) yang paling penting yakni pengentasan masalah kemiskinan. Dengan cara mendorong pemanfaatan secara efektif DD dan ADD.
“Jadikan prioritas awal dengan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Serta
melakukan program Jambanisasi dan percepat penurunan stunting dengan memberdayakan kader Posyandu,” terangnya.
Kemudian pentingnya perkuat kemitraan dengan BPD/Saniri Negeri. Sebab tugas pengawasan/eksekutif ada di BPD dan Saniri. Sedangkan Kades jalankan fungsi legislatif.
“Keduanya sejajar, bukan anak buah. Karena BPD/Saniri diangkat dan diberhentikan Walikota. BPD/Saniri juga harus paham tupoksi, jangan masuk terlalu jauh pada tugas Kades,” harap Louhenapessy.
Selanjutnya para Kades harus berdayakan PKK, agar perempuan dan laki-laki yang jadi pengurus di Desa/Negeri dapat berperan dalam pembangunan dan kemajuan di Desa/Negeri.
Hal tak kalah penting lainnya sambungnya, yaitu sebagai pemimpin jangan alergi terhadap kritik. Harus terbuka dan evaluasi diri ketika dikritisi. Sebab kritik itu sifatnya membangun dan baik demi kemajuan desa.
“Jangan lupa konsultasi dengan Camat selaku pejabat diatasnya, dalam menentukan setiap kebijakan di Desa/Negeri. Ini penting agar tidak salah arah dan sesuai koridor,” pungkas mantan Ketua DPRD Maluku itu.
Mereka yang dilantik ialah Kades Galala Yemima M Joris, Kades Nania La Ana, Yondri Kappuw Kades Hunuth, Kades Wayame Samsudin Menur, Kades Poka Marthina Kelbulan, Kades Negeri Lama Otniel Maitimu, Kades Waiheru Usman Elly, Kades Latta Hansje Totomutu dan Josias Muriany, Raja Negeri Hative Kecil. (MR-02)











Comment