AMBON,MRNews.com,- Satu kelompok jurnalis yang keseharian bertugas di pemerintah kota (Pemkot) Ambon turut berpartisipasi mengikuti lomba gerak jalan, Rabu (21/8/19) dalam rangka menyongsong hari ulang tahun (HUT) ke 444 kota Ambon. Titik start lomba di depan tribun Lapangan Merdeka dan finish di depan kantor dinas penyelematan dan pemadam kebakaran kota Ambon. Usai gerak jalan, dilanjutkan lomba goyang kaka Enda.
Dengan kantongi nomor start 061, kelompok jurnalis dari berbagai media baik elektronik, cetak maupun online beranggotakan 10 orang diantaranya Iwan, Faldy, Kezia, Grace, Fin, Eda, Emang, Acim, Norin, Yuli dan satu pemimpin regu, Edison Waas, dilepas sekretaris kota A.G.Latuheru dengan menyusuri rute depan Balaikota Ambon, jalan Slamet Riyadi, jalan Pattimura, jalan Yan Paais, jalan Jend. Ahmad Yani, jalan Diponegoro, Trikora, jalan dr Latumeten, Talake-Waringin, Waehaong, jalan AY Patty dan finish depan kantor dinas penyelematan dan pemadam kebakaran.
“Partisipasi kita dalam lomba ini bentuk kita turut meriahkan kegiatan jelang HUT kota Ambon September mendatang. Meski hanya satu lomba, tapi kita sudah tunjukkan kepedulian kita tak hanya lewat pemberitaan kepada masyarakat soal aktivitas dan kegiatan pemerintahan maupun persoalan di kota ini, tapi juga kita bertanggungjawab mensukseskan HUT ke 444 kota Ambon. Kita tak cari juara, hanya meramaikan dan partisipasi aktif. Terima kasih untuk kepala dinas Kominfo-Sandi pa Joy Adriansz yang membantu memfasilitasi kostum dan topi,” ujar pemimpin regu Edison.
Sebelumnya diketahui, total sebanyak 290 peserta baik dari OPD, kecamatan, kelurahan, Puskesmas dan sekolah bahkan jurnalis ambil bagian dalam lomba gerak jalan cepat yang dilepas Walikota Ambon Richard Louhenapessy di Lapangan Merdeka kota Ambon, Rabu (21/8/19).
“Lomba ini supaya badan sehat dan memberi semangat kerja buat kita semua. Kita harus rekreasi, supaya tidak ada ketegangan-ketegangan dan stres, juga aspek konsolidasi sosial supaya kegiatan ini menjaga hubungan dengan masyarakat sehingga menumbuhkan semangat hidup orang basudara,” tukasnya.
Menurut walikota, bukan soal siapa juara, hadiah, bonus, pakaian mahal, tetapi soal kebersamaan antara satu dengan lainnya yang sangat mahal dan tidak bisa ditukar dengan apapun, tetapi suport bersama untuk membangun kota kedepan. Bahwa pakaian, penampilan dan lainnya tidak bisa diganti apapun karena yang paling penting jalinan kebersamaan supaya Ambon solid dan tidak terpengaruh dengan kota lain.
“Apa artinya kita bagus, kalau tidak ada integrasi. Apa artinya kita bagus kalau ada saling mencurigai. Maka kita perlu mengurangi ketegangan lewat gerak jalan ini. Kalau rakyat sehat kota juga sehat, kalau masyarakat sehat tapi ASN tidak sehat dan loyo-loyo bagaimana. Ini apresiasi yang saya berikan untuk kota ini. Sebagai walikota saya ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi yang saudara berikan. Keberhasilan kita ini bukan karena walikotanya, tapi dari sekecil apapun yang diberikan rakyat sangat berguna untuk keberhasilan kota ini,” kuncinya. (MR-02)








Comment