AMBON,MRNews.Id.- Guna memastikan pelayanan pelabuhan kepada penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal laut maupun Kapal Motor Penyeberangan (KMP) antar pulau di Maluku, Komisi III melakukan on the spot ke pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, pelabuhan Hunimua dan pelabuhan Tulehu.
Kunjungan anggota Komisi III bersama staf komisi yang dimulai dari pelabuhan Yos Sudarso justru mendapat sorotan tajam dari anggota komisi lantaran terdapat ribuan penumpang yang menumpuk pada area pelabuhan.
Penumpukan penumpang terjadi dikarenakan adanya penundaan keberangkatan kapal perintis dengan tujuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dikarenakan adanya warning cuaca dan penumpang transit.
Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo gusar melihat kurangnya fasilitas yang disediakan pihak pelabuhan kepada pemakai jasa pelabuhan khususnya penumpang kapal PT Pelni. Bahkan minimnya toilet dan ketidaksediaan air bersih membuat penumpang yang sementara menunggu waktu keberangkatan kapal mengeluh.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, mestinya pihak pelabuhan memberikan pelayanan maksimal mengingat waktu mudik Nataru yang akan mencapai puncaknya.
Dari pantauan di lokasi area masuk pintu pelabuhan telah tersedia pos keamanan jelang mudik Nataru sayangnya belum berfungsi . Hal tersebut membuat penumpang tidak dapat melapor .
“Laporan ke kami seolah-olah semua sudah siap, tapi kenyataannya di lapangan tidak seperti itu. Tanggal 16 belum siap apa-apa, padahal puncak arus Natal dimulai 17 Desember. Ini yang membuat kami kecewa,” tegas Wajo, Selasa, (16/12/2025).
Alhidayat mengaku sempat terpancing emosi karena keluhan penumpang sangat banyak, mulai dari keterbatasan toilet, tidak adanya tempat berteduh, hingga praktik calo tiket (TKB) yang semakin meresahkan.
Tegal itu dirinya meminta agar seluruh pos pengamanan Natal di tiap pelabuhan diaktifkan, sehingga masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung dan cepat ditindaklanjuti.
Sementara dari pantauan langsung ke pelabuhan Slamet Riyadi, Hunimua, Tulehu bahkan Pelabuhan Ferry Galala belum terjadi lonjakan penumpang bahkan nampak sepi .
” Kita akan terus memantau perkembangan arus mudik sehingga seluruh pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan maksimal,” tutupnya. (MR-01)










Comment