by

JDW Ajak Masyarakat Inamosol-Kairatu Tinggalkan Zona Nyaman

-Politik-1,705 views

AMBON,MRNews.com,- Jeffry Daniel Waworuntu (JDW) mengajak masyarakat yang ada di Kecamatan Inamosol dan Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) agar bisa keluar tinggalkan zona nyaman yang ada selama ini. Dalam artian tidak boleh berpuas diri di zona nyaman tetapi harus memacu diri, membuat langkah maju yang beda dan kreatif. Dengan begitu, ada sebuah perubahan dan kemajuan, yang dimulai dari diri sendiri. Tanpa meninggalkan kekhasan atau kearifan lokal masyarakat.

“Maluku ini kaya sumber daya alam, termasuk kabupaten SBB. Tapi kenapa tetap menjadi provinsi dengan kategori termiskin di Indonesia?. Salah satu kunci keluar dari kemiskinan adalah dari masyarakat itu sendiri selain pemerintah. Harus memiliki niat, usaha dan kerja. Mari kita rubah mindset. Tidak boleh lagi berpangku tangan, diam saja, melihat orang lain menggarap. Masyarkat harus keluar dari zona nyaman,” ujar JDW, caleg DPR RI nomor urut 3 dari PDI Perjuangan dapil provinsi Maluku saat sosialisasi dengan perwakilan Desa/Negeri dari kecamatan Inamosol dan Kairatu di Pantai Hatuhuran, SBB, Rabu (23/1/19).

SBB ini kata JDW, punya potensi SDA dan rempah-rempah dan harus dikembangkan. Maka perlu didorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Misalnya, potensi buah gandaria yang biasanya hanya untuk makan, bisa diolah jadi sambal berbagai rasa. Tinggal dilatih bagaimana produksi, desain kemasan yang kreatif dan ekspornya. Demikian pula, ulat sagu. Bisa dieksplor jadi komoditi berharga dan diekspor ke luar negeri seperti Prancis, yang memang mengkonsumsi ulat sagu dengan harga mahal dan ada keuntungan.

“Masalah klasik di SBB itu infrastruktur jalan, transportasi dan telekomunikasi. Tetapi itu tanggungjawab pemerintah sesuai domain utamanya. Tugas beta, membantu pemerintah mengeluarkan Maluku dari kemiskinan, tentu dengan cara berbeda dan skala kecil. Yakni memberi edukasi, mendorong dan memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis keluarga lewat pelatihan. Karena beta ingin ekonomi keluarga sejahtera sampai tua. Maka perlu pemberdayaan, tidak boleh diam, menunggu. Beta siap fasilitasi, ketika sudah dipercayakan masyarakat Maluku ke Senayan. Beta punya kerinduan tapi harus ada motivasi dari dalam diri sendiri juga,” tutur Jeffry.

Bagi JDW, semua itu bisa terlaksana jika ada kepercayaan dari masyarakat. Karena ini soal niat dan komitmen mengabdi. Pasalnya, dalam filosofis Indonesia milik bersama maka membangun Indonesia, harus semua bergerak bersama-sama, tidak pandang suku, agama, ras. Sehingga kandidat harus turun, jumpa, lihat dan dengar aspirasi masyarakat langsung. Tidak boleh hanya stiker, spanduk, baliho saja dan mengirim relawan atau tim.

“Tidak semua anggota DPR mau turun langsung, apalagi caleg. Sejujurnya, beta tidak ambisi. Semua beta sudah punya. Beta hanya jalani anugerah Tuhan kirim beta ke Maluku. Nanti kalau terpilih bersyukur, tidak juga syukur. Kita mengalir dan kerja saja, selebihnya Tuhan yang tentukan,” beber JDW.

Sementara itu, tokoh masyarakat Inamosol-Kairatu, Amos Lesiela meyakini JDW akan terpilih di Pemilu 2019. Karena selain sederhana, ramah, baik tetapi juga ada niat dan komitmen tanpa janji darinya. “Katong pendukung dan idola PDIP sejak zaman ibu Megawati Presiden. Selalu dukung PDIP. Beta yakin pa Jeffry akan terpilih. Satu beta titip, kedepan tolong perhatikan jalan, akses transportasi, apalagi di musim hujan,” tegasnya, yang turut diamini salah satu pemuda, Stenli Mawene.

Sedangkan Ketua PAC PDIP Kecamatan Kairatu, Ronny Latuihamallo, mengaku, PDIP harus menang di SBB, khususnya Kairatu dan Inamosol bahkan menyeluruh sehingga bisa hantarkan siapapun ke Senayan baik JDW atau siapapun. Apalagi dengan cara sosialisasi JDW tanpa tebar janji, sangat baik bagi beliau dan partai. “Siapapun kita mendukung, termasuk pa Jeffry karena dari PDIP. Selanjutnya tugas kita mengajak masyarakat sebanyaknya ke TPS pada 17 April 2019 salurkan hak pilih,” sebutnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed