by

Jaksa Agung Tekankan 5 Poin Perbaikan ke Kejati Maluku

-Maluku-1,362 views

AMBON,MRNews.com, – Jaksa Agung, A.M Prasetyo  dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Triyono Haryono menegaskan lima (5) poin perintah harian perbaikan, yaitu pertama, tingkatkan sensitifitas dan intensitas kepekaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab penegakan hukum dengan cerdas, lugas dan berintegritas. Kedua, memposisikan diri secara personal, fungsional dan instansional yang kukuh menggenggam serta menjunjung tinggi harkat dan kehormatan profesi selaku insan Adhyaksa, agar pantas dipuji dan dihargai.

Ketiga, menyadari dan menjaga diri sebagai pendamping, akselerator, pengawal dan pengaman jalannya pemerintahan dan pembangunan yang dapat dipercaya dan diandalkan. Keempat, bekerja dan berkarya tanpa pamrih dengan baik sepenuh hati, meniadakan perbedaan perlakuan dan pelayanan agar memberi manfaat, memenuhi harapan kuat dari masyarakat.  Kelima, memupuk dan menumbuhkan kembangkan semangat bekerja bersama semua pihak dalam bingkai hubungan yang solid dan sinergis, demi upaya merawat keberagaman dan kebhinekaan, bagi kebesaran bangsa dan keutuhan NKRI.

“HUT Adhyaksa adalah momen perbaikan, pemantapan dan penyempurnaan, terutama saat terbaik dan tepat secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan intropeksi agar lebih berani membuat tindakan dan kebijakan memperbaiki dan merubah cara-cara lama. Mengangkat tema, berkarya dan berbakti sepenuh hati menjaga negeri, relevan dengan upaya bersama untuk menjaga keutuhan dan membangun bangsa yang masih sering diperhadapkan pada berbagai persoalan sekitar keberagaman, kebhinekaan dan kebangsaan yang berpotensi mengganggu persatuan kesatuan bangsa dan mengancam keutuhan NKRI,” paparnya saat upacara hari bakti Adhyaksa tahun 2018 di Gedung Baileo Siwalima, Karpan, Senin (23/7).

Pasalnya, praktik korupsi masih menjadi salah satu persoalan besar yang kerap membayangi dan mengganggu kegiatan pembangunan infrastrutur. Karena itu, diserukan agar terus dilakukan konsolidasi di segenap lini dan strata, mengembangkan sinergi atas potensi dan kemampuan, termasuk meletakan pemahaman yang sama dalam membangun kesatuan pola pikir, pola sikap dan tindak yang sangat dibutuhkan.

“Kita memerlukan evaluasi, karena banyak peristiwa dan pengalaman masa lalu mengharuskan kita belajar membiasakan diri, introspeksi dengan begitu kehadiran Kejaksaan akan dianggap penting, diperhitungkan karena sangat diharapkan dan diandalkan. Pihak Adhyasa selalu berupaya menyelaraskan orientasi pemikiran dan cara kerja sebagai sebuah kehendak melakukan pembaharuan dan penyesuaian berkenaan dinamika perkembangan berbagai aspek seiring tingginya ekspektasi, harapan dan tuntutan masyarakat atas dipenuhinya hak mereka memperoleh keadilan,” ujarnya.

Dia ingatkan, Korps Adhyaksa harus memperhatikan 3 (tiga) hal pokok, pertama, komitmen menjaga konsistensi, meningkatkan kinerja dan hubungan sinergitas, meningkatkan intensitas kegiatan dan produktifitas capaian untuk menunjukan kehadiran Kejaksaan secara aktual dan ada ketika dibutuhkan. Kedua, optimalisasi pelaksanaan tugas tanggungjawab, peran dan fungsi atas kewenangan untuk mewujudkan praktek penegakan hukum yang objektif, profesional dan proporsional guna mampu menghadirkan terbangunnya nilai-nilai keadilan, kebenaran dan kepastian agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan.

“Penegakan hukum juga mampu menjadi instrument penjaga keberlangsungan dan keberhasilan pembangunan, serta menjadi pilar utama memelihara keutuhan negeri. Ketiga, memupuk tekad dan semangat meningkatkan dedikasi dan loyalitas, menghindarkan disparitas perlakuan dan pelayanan kepada semua pihak tanpa membuat perbedaan dalam pelaksanaan penegakan hukum agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah suasana keberagaman bagi terciptanya ketentraman, keamanan dan kedamaian,” terangnya.

Dia menjabaran, kemampuan tersebut hanya akan dimiliki jika segenap insan Adhyaksa mengerti makna semua masalah yang sedang ditangani dan dihadapi. Karena, penegakan hukum oleh jajaran Kejaksaan secara substansial tidak harus semata mengejar kuantitas tetapi juga mesti kedepankan kualitas secara ideal dan berimbang. Sebab, kuantitas dan kualitas pelayanan yang mampu memuliakan harkat dan martabat manusia dengan menjunjung tinggi keadilan, kepastian dan kebenaran yang menenteramkan.

Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Zeth Sahuburua dan jajaran Pemprov Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revianto serta undangan lainnya ikut mengahadiri dan mengikuti upacara Hari Amal Bakti Adhyaksa tersebut. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed