AMBON,MRNews.com – Pasca vakum kurang lebih 15 tahun, Paguyuban Ikatan
Yante Nuhu Evav Maluku (ITANEM) kembali dilantik dengan komposisi dan semangat baru.
Dengan melewati proses “Toar Taroman”
oleh sesepuh, Prof Zainuddin Notanubun resmi diberikan tanggung jawab, dengan penyerahan pataka secara simbolis oleh mantan ketua umum itanem demisioner sebelumnya Ros Far-Far, Sabtu (3/12) di Student Center Unpatti Poka.
Pelantikan mengusung tema “melalui pengukuhan dan pelantikan periode 2022-2026, kita pererat tali persaudaraan sejati AIN NI AIN dalam Rumah besar ITANEM (Foing Fo Kut Faufo Banglu)”.
Diberikan tanggungjawab menahkodai paguyuban ini selama lima tahun ke depan, Notanubun berharap wadah ini bisa menjadi rumah besar yang menaungi masyarakat evav kota Ambon.
“Kami akan tetap mengawal bahtera ini sampai pada tujuan akhir, dan menjadikan itanem sebagai rumah besar yang menaungi semua paguyuban terkecil dengan nomenklatur Evav,” Kata Notanubun.
Lebih lanjut, Notanubun yang juga mantan Wakil Rektor III Unpatti ini menjelaskan, merujuk regulasi yang berlaku tentang pendirian Ormas dimana dua atau tiga orang yang berkumpul dan bermufakat untuk membuat sebuah paguyuban dapat dibenarkan.
Menurutnya, kebebasan orang berpikir tidak boleh dibatasi. Oleh sebab itu harus diberi kesempatan dan kebebasan seluas-luasnya, dan sah-sah saja jika bermunculan paguyuban kecil hanya saja muaranya harus satu.
Notanubun juga menuturkan, orang Kei itu identik dengan kekerasan apalagi kekerasan secara bersama-sama. Maka dirinya menghimbau agar masyarakat Evav di rantau lebih mengutamakan kearifan lokal dalam menyelesaikan perselisihan.
“Utamakan tasdov yang merupakan adat dan budaya warisan leluhur, duduk bersama dan menyelesaikan secara baik-baik sehingga mencapai kesepakatan kedua belah pihak, dan jika bermuara pada proses hukum serahkan kepada yang berwenang,” imbaunya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Itanem demisioner Ros Far-Far katakan, sebagai pemerintah daerah, Itanem telah terlibat aktif dalam beberapa kegiatan yakni pengukuhan adat kepada mantan Menteri Perikanan dan Kelautan di Pasar Higenis, juga pembersihan kota Ambon pada banjir 2011, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Mantan Sekertaris Daerah Maluku tersebut menambahkan, dibawah nahkoda yang baru, dirinya titipkan paguyuban berjalan semestinya, berjalan sampai akhir.
Setali tiga uang, Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra yang juga merupakan salah satu pengurus Itanem berharap, Itanem dalam semangat dan kepemimpinan baru mampu membawa organisasi ini ke arah yang semakin lebih baik kedepan.
“Semoga dengan dilantiknya kepengurusan baru, dapat menjembatani dan mewadahi segala perbedaan yang terjadi, meredam segala konflik sosial dan bersama-sama membangun persaudaraan yang kokoh ke depan,” tutupnya. (MR-03)










Comment