by

Inflasi Maluku 2018 Terkendali & Berada Pada Sasaran

AMBON,MRNews.com,- Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan (KPw) Provinsi Maluku menyatakan, inflasi Provinsi Maluku tahun 2018 terkendali dan berada pada sasaran inflasi. Dimana inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maluku bulan Desember 2018 tercatat sebesar 1,14 persen (month to month/mtm) dan secara keseluruhan tahun 2018 sebesar 3,35 persen (year on year/yoy), atau berada pada sasaran target Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 4 persen±1 persen (yoy). Namun, inflasi Maluku 2018 sebesar 3,35 persen (yoy) tersebut lebih tinggi dibanding inflasi tahun 2017 sebesar 0,78 persen (yoy).

“Meningkatnya inflasi Maluku 2018 disebabkan inflasi kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,72 persen (mtm) atau 10,19 persen (yoy). Inflasi pada ketiga kelompok ini utamanya disebabkan komoditas angkutan udara yang sudah tidak beroperasinya beberapa rute penerbangan, dan berkurangnya frekuensi penerbangan dari beberapa maskapai. Ini sebabkan harga tiket angkutan udara meningkat tajam,” ujar kepala KPw BI Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi dalam rilisnya yang diterima Mimbarrakyatnews.com, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, kata Bambang, kenaikan harga tiket angkutan udara juga disebabkan tingginya permintaan menjelang musim liburan Natal dan tahun baru. Peningkatan tarif angkutan udara dalam tiga bulan terakhir, menjadi faktor utama pemicu inflasi di Maluku sampai Desember 2018. Peningkatan inflasi juga terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,16 persen (mtm) atau 6,16 persen (yoy), utamanya sandang wanita dan sandang anak. Kenaikan ini seiring tingginya permintaan pakaian baru untuk perayaan hari Natal.

Namun, diakuinya, inflasi Maluku masih tertahan oleh kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 1,43 (mtm) atau deflasi 3,55 persen (yoy). Deflasi pada kelompok bahan makanan utamanya disebabkan komoditas ikan segar dan beberapa jenis sayuran lainnya seiring dengan tercukupinya pasokan, terutama sayuran yang diproduksi lokal seperti ketimun, kangkung dan nangka muda. Selain itu, harga beras di Maluku masih stabil seiring konsistensi Bulog Divre Maluku-Maluku Utara dalam operasi pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bulog juga telah pastikan pasokan beras di wilayah Maluku setara tiga bulan konsumsi.

“Dalam upaya menjaga agar inflasi Maluku tetap terkendali, TPID Maluku telah melakukan beberapa langkah pengendalian inflasi. Jelang Natal, TPID Maluku dan Dinas Perhubungan Maluku melakukan koordinasi lewat pertemuan dan surat kepada maskapai penerbangan untuk pengendalian harga tiket angkutan udara dan penambahan frekuensi penerbangan. Namun, informasi maskapai, pengurangan frekuensi penerbangan dilakukan akibat peningkatan utilisasi pesawat dan profitabilas maskapai dengan memaksimalkan ke rute yang lebih padat penumpang seperti Jakarta – Denpasar. Pengurangan frekuensi juga disebabkan oleh parkirnya beberapa pesawat jenis Boeing Max-8 untuk proses audit,” bebernya.

Selanjutnya, sebut Pramasudi, TPID Maluku telah bersinergi bersama Satgas Pangan dan Kementerian Dalam Negeri melakukan sidak harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar tradisional, swalayan dan distributor. Selain itu, guna menjaga stabilitas harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan pasar murah bahan pokok, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyelenggarakan pasar murah ikan segar.

DKP Kota Ambon juga sedang mengupayakan persetujuan Rancangan Perda terkait budidaya ikan kepada DPRD. Tujuannya untuk menambah pasokan ikan segar di saat musim paceklik ikan karena cuaca yang kurang kondusif, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dirinya memperkirakan, inflasi Provinsi Maluku tahun 2019 akan terus diupayakan pada level yang rendah dan stabil serta berada pada sasaran inflasi sebesar 4,0 persen±1 persen (yoy).

“Kantor Perwakilan BI Maluku senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Maluku, TPID Maluku, TPID Kota/Kabupaten se-Maluku, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Satgas Pangan dan pihak terkait lainnya untuk melaksanakan program dan strategi pengendalian inflasi di Maluku,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed