AMBON,MRNews.com,- Cepat meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Ambon selama sepekan terakhir, setelah cukup lama nihil kasus menimbulkan tanya. Apakah ada indikasi sebaran varian terbaru Omicron ?. Sangat tergantung hasil Genomsecuens.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy katakan, hingga kemarin sudah terdapat 73 kasus di Kota Ambon. Artinya kenaikannya dalam sepekan cukup signifikan seiring penambahan Senin 9 kasus, 20 kasus di hari Minggu, Sabtu 17 kasus dan Jum’at 14 kasus.
Oleh karena itu dampaknya kata Wendy, Kota Ambon harus turun ke zona kuning dari sebelumnya cukup lama di zona hijau.
Kasus terkonfirmasi banyak didapat ketika pihaknya tracing kepada orang-orang yang lakukan kontak-kontak erat.
“Kontak erat itu ada ketika dari luar daerah dan ada yang penularan lokal. Jadi pelaku perjalanan, kita periksa ketika mereka berkontrak erat, itu yang kita ambil dan hasilnya ternyata positif sesuai tes Swab PCR,” tandas Pelupessy di Ambon, Selasa (1/2/22).
Pasien terkonfirmasi positif itu sebut Wendy, ada 8 orang yang dirawat di rumah sakit. Sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Sebab jika tidak bergejala, tetap isolasi mandiri. Kecuali bergejala sedang hingga berat baru bisa dirawat di rumah sakit sesuai petunjuk teknis (Juknis),” terangnya.
Mengenai kemungkinan ada indikasi varian Omicron, Wendy mengaku masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dimana sesuai informasi kepala BTKL-PP Ambon saat rapat dengan Walikota, bahwa Genomsecuens yang diambil akan dikirim ke Jogjakarta untuk diperiksa.
Pasalnya jika BTKL-PP Ambon kirim sampel ke BalitbangKes di Jakarta, bakal tertumpuk dan hasilnya lebih lama. Karena banyak sekali daerah kirim sampel juga kesana untuk diperiksa.
“Rata-rata butuhkan waktu seminggu sampai 10 hari dapat hasilnya. Nanti hasil pemeriksaan Genomsecuens, apakah terdeteksi varian Omicron atau bukan baru bisa tahu. Bisa koordinasi dengan kepala BTKL-PP Ambon,” pungkasnya. (MR-02)











Comment