AMBON,MRNews,com,- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bahkan Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Robby Silooy kaget, ada cold storage di pasar ikan Arumabae yang “disulap” menjadi toilet umum gantung tanpa septictank, dengan limbahnya langsung dibuang ke laut. Sehingga diduga, limbah itulah yang menyebabkan ikan di Teluk Ambon terserang bakteri e-Colli. Mereka kaget setelah melakukan peninjauan di pasar Mardika terutama pada beberapa lokasi toilet umum gantung, Rabu (26/6/19).
“Selama ini apa yang dilakukan oleh Pemkot Ambon, itu sudah menjamin masyarakat. Tiba-tiba saja muncul karena ada beberapa bangunan yang baru dibuat, ada toilet/WC umum gantung dan ditemukan seperti ini (limbahnya dibuang ke laut tanpa septictank). Sebab awalnya, itu menjadi tempat penyimpanan barang, cold storage untuk barang, ikan segar,” tandas Silooy kepada awak media usai peninjauan di pasar Mardika, Rabu (26/6/19).
Silooy mengaku, dirinya bersama Kadis Perindag, Kadis K&P, Kasatpol PP, serta staf Diskominfo-Sandi diperintahkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk tinjau lapangan karena ada pemberitaan media air diduga tercemar karena buangan kotoran dari limbah toilet gantung yang dipakai. Setelah dilihat, ada satu lokasi milik Amir itu tidak ada septictank, toilet umumnya belum sebulan. Sedangkan milik Abu, ada 10 toilet sudah kurang lebih 4 tahun juga tidak pakai septictank. Namun yang diduga lebih besar itu tapi ternyata menggunakan septictank dibagian lantai toilet umum. Jadi hanya dua lokasi toilet umum, 11 kamar tidak dipakai.
“Langkah selanjutnya kita lapor ke pa Walikota. Kita sudah informasikan ke warga juga kalau tidak perbaiki, pasti ditutup. Sekarang kita harus lapor dulu. Nanti langkahnya akan diambil beliau. Kalau saya, sekarang juga harus tutup dulu tapi masyarakat pengguna jasa bagaimana. Kita tutup hanya kamar buang air besar, kalau buang air kecil dan lain bisa saja. Setelah ini, kita kunci sementara. Kita pegang kunci. Nanti ada UPTD pasar, mereka kontrol. Untuk toilet gantung biasa, pasti kita telusuri terus, bukan saja disini. Kita baru lihat sebagian. Siapa tahu ada gedung besar tapi pembuangannya ke laut. Itu yang kita belum tahu. Jadi kita akan pantau terus,” tukasnya.
Selain Silooy, Kadisperindag Kota Ambon, Pieter Leuwol juga kaget ada satu toilet gantung umum di pasar daging Arumbae. Sebab memang tempat itu awalnya merupakan cold storage. Padahal pihaknya selalu melakukan pengawasan, turun ke pasar. Malahan UPTD pasar ada dan itu berfungsi.
“Saya juga kaget ada satu toilet gantung yang di pasar daging itu. Memang ternyata kita baru kaget bahwa memang tidak ada septictank di toilet gantung umum. Yang pasti kita akan ambil tindakan. Kalau toilet pribadi dibagian dalam kios jualan, tidak bisa pantau intens. Pastinya toilet didalam pasar kita tetap mengawasi. Khan selalu kita mengawasi di pasar, aktivitas pedagang sampai aktivitas toilet juga kita mengawasi,” tandasnya.
Kadis K&P kota Ambon, Steve Patty menambahkan, secara higienis, pasar ikan seharusnya berdiri terpisah dari toilet umum yang tentu berpotensi merusak laut. Hanya karena kota Ambon punya infrastruktur untuk pasar ikan khusus terbatas atau belum ada, maka masih dengan pasar umum. “Kalau mau dibilang secara higienis, pasar ikan harusnya berdiri sendiri dari toilet umum dan sebagainya yang berpotensi merusak laut. Kalau itu, masih dalam kategori pasar umum. Hanya karena kita punya infrastruktur pasar ikan khusus terbatas maka masih sama-sama dengan pasar umum. Itu memang salah satu kekurangan kita,” akui Steve. (MR-02)











Comment